Beranda Hukrim Pasca Teror Terhadap Novel, KPK Persenjatai Anggotanya Dalam Bertugas

Pasca Teror Terhadap Novel, KPK Persenjatai Anggotanya Dalam Bertugas

JAKARTA, 86NEWS.CO – Pasca adanya Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan diteror dengan disiram air keras oleh dua orang tak dikenal, Selasa (11/4) bulan lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi terus melakukan langkah melindungi anggotanya dalam beraktivitas.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengawal dan melindungi para penyelidik, penyidik dan penuntut umum. Tak hanya itu, KPK juga meminta izin agar para pegawai yang memiliki resiko tinggi dapat mempergunakan 100 pucuk senjata api saat menjalankan tugasnya.

“Agar teror tersebut tak terulang kembali, KPK telah mengantisipasi dengan memitigasi risiko-risiko yang dihadapi para pegawai terutama di bidang penindakan,” Ungkapnya.

Dijelaskannya, Untuk melindungi dan mengantisipasi dan mitigasi resiko terhadap penyerangan itu kami sudah koordinasi dengan pihak kepolisian untuk pengamanannya. Beberapa jaksa yang menangani perkara yang kita nilai resikonya tinggi ada pengawalan juga termasuk ke penyidik dan kita juga sudah mengajukan ijin penggunaan senjata api. “Kita punya hampir 100 (senjata api),” imbuhnya.

Selain pengawalan dari aparat kepolisian kita akan persenjatai,” kata Alex, sapaan Alexander Marwata usai menjadi pembicara dalam peluncuran buku ‘Metamorfosis Sandi Komunikasi Korupsi’ di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (17/5).

Alex mengatakan, rencana mempersenjatai para pegawai ini telah lama disiapkan. Namun, penyelidik, penyidik dan jaksa KPK masih merasa aman dalam menjalankan tugas sehingga enggan mempersenjatai dirinya dengan senjata api.

“Ya ada sebagian (yang mau dipersenjatai), tidak semua. Tidak mau ambil resiko juga. Kalau tidak bisa tanggung emosi kan juga sulit. Kita tawarkan juga tidak semua mau kok,” ungkapnya.

Ditegaskannya, pak Novel diketahui diteror oleh dua orang tak dikenal dengan disiram air keras usai menjalani salat subuh di masjid sekitar rumahnya, Selasa (11/4). Akibat peristiwa ini, kedua mata dan kening Novel mengalami luka serius. Novel sempat dirawat di ICU RS Mitra Kelapa Gading, Jakarta Utara dan Rumah Sakit Jakarta Eye Centre (JEC) hingga akhirnya dibawa ke salah satu rumah sakit di Singapura pada Rabu (12/4) untuk dirawat intensif.

Sumber : beritasatu

Baca Juga :  Sat Res Narkoba Polres Buleleng Kembali Ungkap Kasus Narkoba jenis Sabu