Isu Orang Gila Hendak Membunuh Ulama Di Pandeglang adalah HOAX

  • Whatsapp

Serang Banten, 86NEWS.CO – nyikapi isu yang berkembang ahir ahir ini, khususnya terkait dengan masalah penganiayaan kepada para kiyai yang dilakukan oleh orang gila dan isu tentang akan ada serangan PKI yang akan membunuh para ulama, Kabidhumas Polda Banten menyampaikan,

” Kawan kawan mari kita buka hati dan pikiran kita untuk melihat fenomena politik luar dan dalam negeri saat ini.

1. Diluar negeri setiap hari kita tonton di TV pertunjukan pembunuhan masal yang dilakukan oleh kelompok kelompok tertentu untuk membantai kelompok yang lain, yang sama sama seiman dan  seagama, TETAPI Mereka telah melupakannya dan menghalalkan darah saudaranya untuk saling membunuh. Masya Allah.

2. Didalam negeri saat ini sedang terjadi pesta pemilihan pemimpin Rakyat (Pilkada Gub/Bup/Walikota) didaerah masing masing se Indonesia termasuk Banten ada 4 kab/kota yang diusung oleh Parpol maupun independen.

3. Tahun ini juga  kita akan memasuki tahun politik (Pemilu Presiden, DPR, DPRD), dimana terkadang diulangi TERKADANG dunia politik berbeda dengan dunia pendidikan dan kebenaran karena politik itu identik dengan kekuasaan.

Menindak lanjuti masalah tersebut diatas, sebagai Putra Banten saya mengajak  saudara saudara, dulur dulue, teman teman, sahabat sahabat saya semua, untuk tidak main hakim sendiri, untuk selalu hati hati dan waspada dengan aksi TIPU MUSLIHAT dan aksi adu domba yang dilakukan oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab untuk memecah belah umat, untuk membuat cemas umat dan lain lain, yang intinya kita jadi repot dan bahkan menderita, Isu isu itu  diantaranya, yaitu :

a. Isu PKI yang akan membunuh para kiyai.
2. Isu orang gila yang akan menganiaya kiyai
3. Isu isu lain yang tidak jelas.

Silahkan tanyakan kepada anggota Polri yang tersebar ditiap kampung dan desa (Babin Kamtibmas) jika ada maslah dengan hukum dan keamanan.
Jangan melakukan hal hal yang tidak benar, hal hal yang dilarang oleh Undang Undang, karena ada sangsinya, Ingat anak istri dan keluarga besar kita, Mereka begitu berharap banyak dengan masa depan kita, Untuk itu dalam mensikapi apapun info yang ada dimasyarakat Kita harus sikapi dengan dewasa dan selalu bertanya kepada AHLINYA, biar tidak sesat dan menyesatkan.

Terkait berita  bahwa ada orang yang menyuruh untuk membunuh KH ENCEP M di Kab Pandeglang itu adalah HOAX, saya ulangi itu adalah HOAX.

Dan yang lucu lagi KH ENCEP M malah tidak pernah merasa ada orang yang mengawasi dirinya, loh kok orang lain yang sibuk memviralkan bahwa KH EM akan dibunuh. Luar biasa. Ada skenario apa ini ??

Kawan kawan ada orang gila yang bulak balik didaerah itu atau disekitaran itu yang jarak dengan Rumah KH E.M sekitar 500 meter. Cukup jauh yaa.. orang itu  betul betul ORANG GILA, SAYA ULANGI BETUL BETUL ORANG GILA. Yang dibuktikan dengan dokumen dan ahli, Kemudian karena orang itu tidak jelas kemudian dibawa ke Pos dan ditanyain. Namanya orang gila ya pasti jawabnya tidak jelas. Terus kok dikait kaitkan dengan pembunuhan KH ENCEP M. ini harus diluruskan supaya tidak jadi fitnah dan membuat resah masyarakat, orang gila itu kemudian dipukuli oleh warga dividiokan diupload lagi, viral lagi Masya Allah. Jangan main hakim sendiri, dosa.
Jika itu menimpa diri kita atau keluarga kita, bagaimana.

Kawan kawan Mari kita jaga diri kita dan keluarga kita dari siksa api neraka ” Demikian disampaikan Kabidhumas Akbp. Zaenudin via seluler ke awak media.

Akbp. Zaenudin menambahkan kronologi kejadian dilapangan.
[08:19, 2/13/2018] Bang Trisno: Berawal Sabtu (11/02/18) sekitar Pukul 23.00 WIB, bertempat di Kp.Cikole, Kel.Sukaratu, Kec.Majasari Kab. Pandeglang, telah diamankan seseorang yang tidak diketahui Identitasnya oleh Warga Masyarakat berjumlah  kurang lebih 40  Orang, dibawah pimpinan H. ADE (Tokoh Agama Peuni Kec.Kaduhejo, Kab.Pandeglang) yang dicurigai sebagai PKI dan akan melakukan pembunuhan terhadap KH. ENCEP MUHAIMIN, dengan alasan orang tersebut sering mundar – mandir disekitaran Perempatan Cikole dan Kp.Ciwalet, Kel. Sukaratu, Kec. Majasari, Kab. Pandeglang.

Kemudian seseorang tanpa Identitas tersebut, dibawa ke Pos Ronda Kp. Ciwalet, RT 01/10, Kel. Sukaratu, Kec. Majasari, Kab. Pandeglang.

Dan saat diamankan di Pos Ronda, sekelompok warga tersebut melakukan Pemukulan dan kemudian dilerai oleh warga masyarakat Ciwalet, Kel. Sukaratu, Kec. Majasari, Kab. Pandeglang.

RAHMAT Warga Masyarakat Ciwalet, Kel.Sukaratu, Kec.Majasari, Kab.Pandeglang, melaporkan kejadian kepada Polsek Pandeglang, setelah Personil Polsek Pandeglang mendatangi TKP sekelompok Masyarakat yang mengamankan orang tersebut sudah tidak ada di tempat dan Kemudian Polsek Pandeglang mengevakusi korban ke RSUD Pandeglang.

Hasil Pemeriksaan RSUD Kab.Pandeglang, Korban mengalami luka sobek dipelipis mata sebalah kiri sebanyak 9 Jahitan.

Dan Hasil Pemeriksaan Unit Identifikasi / Inafis Satuan Reskrim Polres Pandeglang melalui alat fingerprint didapati :

Identitas Korban Penganiayaan tersebut adalah :
– Nama          : WAHYU
– NIK              : 3175101501901001
– Status         : BELUM KAWIN
– Agama        : ISLAM
– TTL              : JATENG,15-01-1990
– Usia             : 28 TAHUN
– Pekerjaan   : BELUM BEKERJA
– Alamat        : JL.RAYA BINA MARGA NO.58 CIPAYUNG JAKTIM

WAHYU merupakan pasien yang mengalami gangguan kejiwaan dari Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulya, yang beralamat di Jalan Bina Marga, No.58, RT 07/06, Cipayung Kota, Jakarta Timur, Prov.DKI Jakarta.

Berdasarkan hasil pengecekan dan koordinasi antara Polres Pandeglang dengan Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulya didapat bahwa WAHYU merupakan pasien yang mengalami Ganguan Kejiwaan dan melarikan diri dari Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulya sekitar tahun 2017.

Mengingat WAHYU mengalami Gangguan Kejiwaan, Polres Pandeglang Polres Pandeglang merujuk WAHYU ke Klinik Dira Sukantri Toha, Kp. Cileweung, Ds. Kadu bereum, Kec. Pabuaran, Kab.Serang, untuk dilakukan proses pemeriksaan Psikologi dan Kejiwaan lebih lanjut.

Kejadian tersebut sedang dilakukan pendalaman oleh Satuan Reskrim Polres Pandeglang.

Tolong kawan kawan, jika mau memviralkan berita yang baik baik aja karena itu dapat pahala, kalo yang sesat dan menyesatkan TIDAK PERLU DISEBARLUASKAN KARENA ADA SANGSI PIDANAYA, JUGA KARENA AZAB ALLAH PASTI DATANG, Terima Kasih “. Demikian disampaikan Kabibhumas Polda Banten AKBP ZAENUDIN. (Abi)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.