Masyarakat Cikedung Berharap RS Reysa Bisa Beroperasi Kembali, Kadinkes : Kasusnya Belum Inkrah

  • Whatsapp
Sejumlah warga desa cikedung Kecamatan cikedung kabupaten Indramayu mendatangi Rumah Sakit Reysa

INDRAMAYU, 86News.co – Sejumlah warga desa cikedung Kecamatan cikedung kabupaten Indramayu mendatangi Rumah Sakit Reysa, selasa kemarin (8/8/2018)

Dimana Warga mendatangi Rumah Sakit tersebut untuk mengeluhkan betapa jauhnya akses perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indramayu. Menurut mereka jarak yang ditempuh menambah beban berat bagi mereka yang memiliki ekonomi lemah.

WR (49), warga Desa Cikedung, mengaku dirinya yang berekonomi lemah merasa keberatan jika berobat harus ke Indramayu kota karena akses yang sangat jauh, untuk itu kedatangan Warga berharap Rumah Sakit Reysa segera beroperasi lagi.

Sementara itu, Wawan perwakilan masyarakat setempat menjelaskan, jarak tempuh dari cikedung sampai Indramayu kota cukup jauh.
“Ini yang menjadi persoalan, namun ketika Reysa dibuka maka minimal jarak 10 kilo bisa masuk ke Reysa, Sehingga efektifitas akan terjaga dan terbangun,” Ujar wawan.

“Mudah-mudahan Presiden dan KPK agar memberikan kebijakan yang sesuai keinginan masyarakat setempat,” Terangnya.

Dilain tempat, Rohadi ketika di kunjungi Di Lapas Sukamiskin selasa 7/8/2018 berharap agar Dinas Kesehatan Indramayu segera mengoperasikan kembali RS Reysa.

“Padahal Dinkes sudah mengajukan surat permohonan pemanfaatan RS Reysa Ke Deputi penindakan KPK up. koordinator unit labuksi di jakarta tertanggal 21 maret 2017 lalu dengan nomor surat 506/896/yankes yang di tandatangani oleh Deden bony koswara selaku kadinkes indramayu, namun hingga sekarang RS tersebut masih belum di fungsikan,” katanya.

Terpisah Deden Bonny Koswara selaku Kadinkes menerangkan bahwa surat tersebut telah mendapatkan balasan.

“Balasan dari KPK saya disuruh ekspose di depan komisioner bersama petinggi KPK, untuk waktunya masih menunggu kabar, kamis kemarin saya baru di panggil KPK untuk melihat gedung RS Reysa,” kata deden di pendopo indramayu jum’at 10/8/2018

Lebih rinci dikatakan Deden, saya sendiri baru kemarin tau gedungnya, itupun karena dipanggil oleh pihak KPK untuk melihat lihat peralatan yang sudah ada, Setelah itu baru saya disuruh ekspose, Nanti pihak KPK akan datang lagi kesini.

Menurut Deden Untuk bisa menggunakan RS tersebut masih membutuhkan waktu yang cukup panjang karena menunggu hasil dari proses pengadilan.

“Perlu waktu jauh untuk bisa diekspose kembali karena kasusnya belum inkrah, tergantung hakim karena RS tersebut barang bukti sitaan negara, Lagipun RS Reysa harus dianalisa lagi apakah bisa dijadikan RS sederhana, RSU ataukah jadi Puskesmas saja, Jangan sampai ketika dihibahkan jadi mubazir,” terangnya

Seperti diketahui, ditutupnya RSU Reysa oleh KPK pada September 2016 tersebut berkaitan dengan kasus yang menjerat mantan panitera di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Rohadi. Yakni kasus suap sidang artis Saiful Jamil yang kemudian dalam pengembangannya diduga ada kaitannya dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dan kini Rohadi masih menjalani masa hukuman di Lapas Sukamiskin.(Sai)

ARTIKEL YANG DISARANKAN :

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.