Beranda Hukrim Terungkap pada Rekonstruksi Penembakan Bripka Faisal, Pelaku dipaksa Bunuh Polisi

Terungkap pada Rekonstruksi Penembakan Bripka Faisal, Pelaku dipaksa Bunuh Polisi

BERBAGI

Aceh Utara, 86news.co – Polres Aceh Utara menggelar rekonstruksi pembunuhan anggota Polri bernama Bripka Faisal oleh komplotan bajak laut di Pantai Bantayan, Kecamatan Seunuddon pada 25 Agustus 2018. Melalui rekonstruksi sebanyak 35 adegan tersebut terlihat bahwa Muktar Midi (31) menembak Faisal atas perintah Zulkifli (33) alias Jol alias Botak selaku pimpinan komplotan.

Muktar Midi yang merupakan anggota komplotan bajak laut yang menghabisi Bripka Faisal adalah warga Desa Pulo U, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara. Polisi mempersiapkan 40 adegan sesuai berita acara pemeriksaan (BAP). Namun yang diperankan oleh para tersangka sebanyak 35 adegan karena ada beberapa adegan yang dijadiakan satu.

“Ada tiga tersangka yang dihadirkan untuk rekonstruksi kasus karena dua meninggal dan dua lagi masih buron. Rekonstruksi kita lakukan untuk memperjelas bagaimana detil kronologis

kejadian,” kata Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin kepada Serambi, kemarin.

Tersangka yang memerankan rekonstruksi masing-masing Muktar Midi, M Arief Munandar alias Arep (18) warga Desa Sungai Pawoh, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, dan Darwin (32) warga Desa Rantau Panjang, Kecamatan Rantau Selamat, Aceh Timur.

Sedangkan empat lainnya diperankan oleh petugas, yaitu untuk pelaku yang tewas, Zulkifli alias Botak dan Samsul alias Manchu (28) serta dua yang masih buron, Dekgam dan Adi (nama samaran).

Rekonstruksi yang berlangsung Selasa sore kemarin di Pantai Bantayan yang merupakan tempat kejadian perkara (TKP) disaksikan langsung oleh Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin, Wakapolres Kompol Edwin, dan Kasubdit 3 Jatanras Direskrim Umum dan BKO Satuan Brimob Polda Aceh.

Adegan pertama dimulai ketika komplotan yang berjumlah tujuh orang itu mendaratkan boat di pinggir pantai Bantayan. Masyarakat setempat sudah menunggu boat tersebut karena penasaran sebab ada boat yang beroperasi dalam waktu pantangan melaut, yaitu Idul Adha. Warga pun membantu menarik boat tersebut ke pinggir.

Baca Juga :  Binamas Polsek Pondok Aren Sigap, Salah Paham Antar Pemuda Berujung Pemukulan Berakhir Damai

Saat menarik boat, tiba-tiba seorang warga memegang senjata api (senpi) jenis AK-56 di dalam perahu bermotor milik komplotan tersebut. Ketika mengetahui komplotan itu memiliki senjata, maka warga pun meninggalkan lokasi tersebut. Warga mengira mereka adalah komplotan penyelundup narkoba dari Malaysia.

Tiba-tiba Bripka Faisal dengan mengendarai sepeda motor melintasi pondok tempat komplotan itu duduk. Tak lama kemudian Faisal kembali memutar sepeda motornya menuju ke pondok. Setelah memarkirkan sepeda motor, Faisal langsung menodongkan AK-56 ke arah komplotan itu dan warga, seraya meminta mereka tiarap. Setelah warga meninggalkan lokasi itu, Faisal memeriksa satu per satu komplotan itu, diawali memeriksa Darwin.

Ketika giliran memeriksa Zulkifli (pimpinan komplotan), ia menolak tiarap. Tangan kanannya di saku celana (memegang granat). Ketika Faisal mengokang senjata, barulah Zulkifli tiarap tapi tangan kanannya masih tetap di saku celana.

Faisal meminta Zulkifli telentang kemudian tangan kanan Faisal mengambil benda dalam saku celana Zulkifli. Sedangkan tangan kiri anggota polisi tersebut memegang AK-56.

Rampas senjata

Ketika memeriksa Zulkfli, posisi Faisal berlutut dengan kaki kanan menekan badan pimpinan komplotan tersebut sedangkan kaki kiri menekuk. Saat itulah Zulkifli merampas AK-56 di tangan Faisal, namun anggota Polri tersebut berupaya mempertahankannya, sehingga keduanya saling terlibat perebutan senjata. Waktu itulah terdengar tiga letusan senjata yang mengarah ke atas. Bersamaan dengan itu terdenfar perintah Zulkifli kepada anggotanya agar memukul korban.

Darwin langsung memegang kepala korban. Akan tetapi ketika anggota komplotan lain bernama Samsul berusaha memukul ternyata terkena tangan Darwin. Samsul kemudian menyolok kedua mata Bripka Faisal mengakibatkan anggota polisi tersebut tak bisa melihat dengan jelas. Pada saat bersamaan Zulkifli sudah berhasil merampas AK-56 dari Faisal. Lalu anggota komplotan lain terus memukul kepala korban. Sedangkan Muktar memegang gagang pistol yang terselip di pinggang Faisal.

Baca Juga :  Polisi Beberkan Modus Pengedar Narkoba Jaringan Internasional

Saat Faisal berhasil berdiri, Muktar berhasil merampas pistol korban. Lalu Zulkiflli yang juga sudah berhasil merampas AK-56 langsung mengokangnya dan mengancam menembak Muktar jika tidak menembak Bripka Faisal. Bahkan, Zulkiflli juga mengancam tembak anggota lainnya jika kabur. (Red)

Facebook Comments