Beranda Hukrim BNN Tegaskan Tidak Ada Surat Perintah Geledah Toko Obat, Oknum Penyidik Gadungan...

BNN Tegaskan Tidak Ada Surat Perintah Geledah Toko Obat, Oknum Penyidik Gadungan Diburu Polisi

BERBAGI

JAKARTA, 86news.co – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengklarifikasi atas terjadinya penipuan dan pemerasan dengan modus operandi menggunakan Surat Perintah yang ditandatangani oleh Deputi Pencegahan BNN Ali Djohardi Wirogioto untuk memeras sejumlah toko obat di Jabodetabek. Dalam surat itu, Gioto disebut mengutus penyidik untuk menggeledah toko obat atau toko kosmetik atau warung yang menjual obat daftar G.

Aparat kepolisian hingga saat ini masih memburu empat penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) gadungan yang meresahkan warga di wilayah hukum Tangerang Selatan. Modus operandinya yakni dengan menyebar surat pemeriksaan palsu untuk melakukan pemerasan terhadap sejumlah pemilik toko kosmetik dan sebagainya.

Informasi mengenai empat penyidik BNN gadungan itu itu menurutu Kabag Humas BNN Kombes Sulistiandriyatmoko bermula dari laporan dari masyarakat.  Diproses di Polres Tangerang Selatan.

“Deputi Pencegahan BNN tidak berhak menanda tangani Surat Perintah Penggeledahan dan Penahanan,” ujar Kabag Humas BNN Sulistiandriatmoko dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/10/2018).

Dia menjalaskan surat perintah penangkapan dan penggeledahan hanya berhak ditandatangani oleh Deputi Pemberantasan atau Direktur di jajaran Deputi Bidang Pemberantasan atau setidak-tidaknya Kasubdit di jajaran Deputi Bidang Pemberantasan.

Sulis memastikan surat perintah tersebut palsu lantaran tak tercantum tanggal penandatanganan.

“Nomor yang tertera dalam Surat Perintah Palsu tersebut bukan sistem penomoran yang ada di Deputi Bidang Pemberantasan BNN,” katanya.

Dalam surat yang beredar juga tercantum nama empat penyidik yang diutus untuk melakukan penggeledahan. Sulis juga menegaskan nama-nama tersebut bukanlah anggota di jajaran Deputi Bidang Pemberantasan.

Sebelumnya, sebuah surat perintah penggeledahan dan penahanan terhadap toko-toko kosmetik yang dianggap menjual produk berbahan dasar narkoba, dipastikan surat itu palsu. Begitupun nama empat penyidik yang tertulis dalam surat tersebut, juga dinyatakan palsu, BNN mengklarfikasi tidak ada penyidik BNN atas keempat nama orang tersebut.

Baca Juga :  Mayat Dalam Tong Gegerkan Warga Narogong Klapanunggal

Adapun surat perintah palsu itu mencantumkan empat nama penyidik palsu, yakni AKBP Muhammad Rashid, Ipda Tomi Jepisa, Ipda Oscar Kausar, dan Bripka Silver Ace. (Red)