Beranda Hukrim Perizinan Sinarmas Group Bermasalah, HMI Ciputat Siapkan Laporan Ke Ombusman

Perizinan Sinarmas Group Bermasalah, HMI Ciputat Siapkan Laporan Ke Ombusman

BERBAGI

86NEWS.CO – Meskipun masih tergolong sebagai kota baru, Tangerang Selatan dalam hal Pembangunan sangat begitu pesat dan cepat. Hal ini dapat diukur dari, terus meningkatnya APBD dan PAD di Tangerang Selatan.

Rupanya hal tersebut, tidak berdiri sendiri, namun juga terdapat berbagai variabel lain yang juga ikut serta dalam hal peningkatan dua hal (APBD dan PAD) tersebut, diantaranya adanya pengembang besar yaitu Sinarmas Land.

Demikian hal itu dikatakan Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Cabang Ciputat, Deni Iskandar, Rabu (24/10) dalam preas rilisnya.

Dalam preas rilisnya, Deni menerangkan, keberadaan perusahaan raksasa yang fokus di bidang property dan lainnya itu, dinilainya belum maksimal dalam hal mendorong pembangunan di Tangerang Selatan.

“Keberadaan pengembang di Tangsel, misalnya Sinarmas Land yah, sebenarnya hanya dikawasan saja yang bagus, bila di luar kawasan, ya kumuh-kumuh juga. Kalau melihat Tangsel dari kawasan BSD yang notabenenya anak Perusahaan Sinarmas, ya jelas bagus, karena dikelola swasta, diluar itu, gak juga,” kata Deni Iskandar.

Tidak hanya itu, dalam keterangan tertulisnya, mantan Sekertaris Umum HMI Komisariat Ushuluddin itu juga menambahkan, pengembang di Tangerang Selatan, dalam prakteknya, masih belum berkontribusi penuh bahkan terindikasi membelakangi pemerintah.

“Kalau kami boleh jujur sebenarnya, hari ini Sinarmas Land ini banyak melanggar aturan, misalnya soal sengketa lahan, tidak sedikit Sinarmas ini menserobot lahan masyarakat,” tambah Deni.

Belum lagi, kata Deni menambahkan, dalam setiap pembangunan Gedung, Hotel bahkan Mall Mall ini, yang terindikasi banyak yang tidak mengantongi izin dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Memang ada izinnya, silahkan aja cek, bila prosesi perizinan saja banyak bermasalah, bagaimana dengan yang lainnya, seperti pajak dan soal csr perusahaan, yang seharusnya di tunaikan kepada masyarakat. Ini jelas diatur dalam UU kita” tambah Deni.

Seperti diketahui, Sinar Mas Land yang juga pengelola Perumahan Bumi Serpong Damai (BSD) City di Kota Tangerang Selatan, telah menyerobot lahan milik warga di Kampung Pala, Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Berdasarkan catatan HMI Cabang Ciputat, seorang pemilik lahan bernama Muhammad Sirot pemilik lahan seluas 2.300 meter persegi itu mengatakan, Ia membeli sebidang tanah sejak 2009 lalu. Namun, pada pertengahan 2012, salah satu pengembang perumahan ini membangun tanpa pembayaran dan lahan miliknya diserobot.

Selain itu, Group Sinarmas ini juga pada tahun 2018 mengembangkan sebanyak 12 menara hunian bernama Sky House BSD, di atas lahan seluas 8,3 hektar, yang berlokasi di sebelah pusat belanja Aeon Mall BSD City, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Berdasarkan data yang dicatat HMI Cabang Ciputat, Di atas lahan 8,3 hektar tersebut, tidak seluruhnya berdiri bangunan. Ada seluas 4,16 hektar untuk ruang terbuka hijau (RTH) yang akan dijadikan taman tujuh susun. Sky House BSD+ dijadwalkan akan membuka untuk umum club house seluas 2.363 meter persegi, contoh taman tujuh susun, kolam renang anak 350 meter persegi, kolam renang dewasa 900 meter persegi, taman bermain anak, pusat kebugaran.

“Dari agenda pembangunan itu, baik yang telah beridiri kokoh maupun yang belum, apakah sudah memenuhi syarat soal perizinannya, kemudian sejauh ini apakah pajaknya masuk ke pemerintah kota Tangerang Selatan, ini juga harus dan perlu di verifikasi” kata Deni.

Senada dengan Deni, Ketua Umum HMI Cabang Ciputat, Tharlis Dian Syah Lubis menegaskan, pihaknya dalam persoalan banyaknya permasalahan yang dilakukan oleh Sinarmas ini, akan membawanya ke Ombusman.

“Memang keberadaan Sinarmas Group, terutama di Tangsel ini banyak bermasalah, dan beberapa warga Tangsel banyak dirugikan, kami akan membawa persoalan ini ke Ombusman,” kata Tharlis.

Ia menilai, sampai saat ini konsep Millennium City, yang dikembangkan oleh Sinarmas Group, tentang konsep kota Terpadu, di Rumpin dan Parung Panjang, masih bermasalah.

Menurut Tharlis, rencana Sinarmas Group membangun sebuah kota berkonsep Millennium City ini, akan disamamakan dengan gaya pembangunan Bumi Serpong Damai (BSD) di Tangerang Selatan.

Untuk pembangunan Millennium City tersebut, Sinarmas Group menyediakan lahan seluas 3.000 hektare, 1.388 di antaranya untuk Millennium City. Namun, kata Tharlis, agenda pembangunan tersebut, saat ini masih bermasalah.

“Agenda Sinarmas Group dalam mengembangkan konsep Millennium City, juga saat ini masih terindikasi bermasalah. Sampai saat ini masyarakat di Parung Panjang dan Rumpin masih demo-demo, dan persoalan itu masih rumit,” kata Tharlis. (Haji Merah).