Beranda Hukrim Polres Tangsel Gelar Komprensi Prees kasus Seorang Pemuda Hancurkan Motornya Yang Viral...

Polres Tangsel Gelar Komprensi Prees kasus Seorang Pemuda Hancurkan Motornya Yang Viral Dimedia Sosial

BERBAGI

Tangsel, 86news.co – Polres Tangerang selatan ( Tangsel ) mengadakan komprensi Press tentang Seorang Pemuda Yang menghancurkan motornya pada saat hendak ditilang oleh anggota Polisi (Viral di Media Sosial) hari Jumat (8/02/2019) pukul 13.00 wib di halaman Polres Tangsel yang dipimpin langsung oleh Akbp Ferdy Irawan, S.IK., M.Si didampingi oleh Kasat Reskrim Akp A Alexander, SH., S.IK., kasat Lantas AKP Lalu Hedwin dan Kasubag Humas Iptu Sugiyono.

Team Vipers Satuan Reskrim dan Satuan Lalu Lintas Polres Tangerang Selatan telah mengungkap dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh pengendara kendaraan bermotor roda dua yang merusak kendaraannya akibat di tilang dan viral di media sosial di Jalan Letnan Soetopo (Depan Pasar Modern BSD) Serpong,  Kota Tangerang Selatan pada Hari Kamis tanggal 7 Pebruari 2019, diketahui sekira pukul 06.30  WIB.

Tindak Pidana membuat surat palsu atau memalsukan surat dan atau Penipuan dan atau Penggelapan dan atau Penadahan dan atau menghancurkan barang yang digunakan untuk membuktikan sesuatu di muka petugas yang berwenang.

Pada pagi di hari Kamis Tanggal 7 pebruari 2019, Satuan Lalu Lintas Polres Tangerang Selatan melakukan pengaturan lalu lintas di Jalan Raya Letnan Soetopo (Depan Pasar Modern BSD) Serpong, Kota Tangerang Selatan

Pada saat Pelaksanaan pengaturan lalu lintas, didapati oleh Petugas Sat Lantas (Saksi 1 dan 2) terdapat sebuah kendaraan bermotor roda dua jenis Honda Scoppy warna merah putih melaju dari arah Sekolah Santa Ursula BSD Serpong menuju Ciater dengan berboncengan yang mana pengendara dan yang diboncengi tidak memakai Helm

Melihat ada petugas Sat Lantas (Saksi 1 dan 2), pengemudi (Tersangka 1) kemudian melakukan putar arah dengan melawan arus dengan maksud melarikan diri dari menghindar penindakan dari petugas. Akan tetapi masih dapat diamankan oleh Saksi 1 dan 2

Baca Juga :  Polri Akan Tindak Tegas Penyebar Hoank Dalam Pilkada 2018

Pada saat ditanyakan oleh Saksi 1 berkaitan dengan kelengkapan administrasi berkendara, Pengemudi (Tersangka 1) tidak dapat menunjukkan SIM, STNK maupun tanda pengenal diri. Untuk kemudian dilakukan penindakan berupa pemberian Tilang oleh Saksi 1 dengan dokumentasi perekeman yang dilakukan oleh Saksi 2

Pada saat dilakukan dan setelah tindakan Tilang yang diberikan oleh Saksi 1, Tersangka melakukan pengerusakan kendaraan bermotor roda dua yang sedang ditumpangi Tersangka bersama Saksi 4 (Rekanita) karena merasa emosi dilakukan tindakan Tilang oleh Personel Satuan Lalu Lintas Polres Tangerang Selatan.

Tersangka bersama Rekannya setelah merusak motor yang ditumpangi, selanjutnya meninggalkan saksi 1 dan 2 menuju pasar modern BSD untuk melanjutkan pekerjaannya.

Tersangka dilakukan upaya paksa berupa penangkapan di Tempat Tinggal Berbayar di RT 01 / 01 Rawa Mekar Jaya, Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Tersangka mendapatkan Kendaraan Bermotor Roda Dua (yang tampak pada video dirusak sendiri oleh yang bersangkutan) dengan jual beli pada sekitar pertengahan Desember 2018 melalui Media Sosial FaceBook melalui sistem CoD (Cash on Delivery) sebesar RP 3.000.000 dengan hanya dilengkapi STNK (tercatat dengan Nomor Polisi B 6382 VDL).

Motor yang dalam penguasaan Terangka adalah patut diduga hasil tindak pidana Penipuan dan atau penggelapan yang dilakukan oleh Tersangka D (DPO) dimana Korban adalah Pemilik Kendaraan Bermotor yang sah an sdr Nur Ichsan yang menggadaikan Motor beserta STNK kepada Tersangka D (DPO) akan tetapi tanpa seijin pemilik kendaran bermotor kemudian dijual melalui Media Sosial.

Plat Nomor Kendaraan B 6395 GLW yang terpasang pada motor adalah tidak sesuai dengan peruntukannya dimana PLat Nomor Polisi yang seharusnya terpasang adalah B 6382 VDL. Plat Nomor yang tidak sesuai peruntukannya tersebut dipasang oleh Tersangka setelah proses transaski jual beli motor melalui COD Medsos yang mana Plat Nomor yang tidak sesuai peruntukannya tersebut didapatkan Tersangka dari teman Tersangka an Endi.

Baca Juga :  Sidang Dugaan Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik di Dewan Pers Pelapor Malah Mangkir

Barang bukti yang sudah diamankan di Polres Tangsel adalah 1 Unit Kendaraan Bermotor Roda Dua Jenis Honda Scoopy warna merah putih dengan Nomor Polisi B 6395  GlW (terpasang) dan Plat Nomor B 6395 GLW (diduga palsu atau tidak sesuai peruntukannya), Pecahan Body Kendaraan Bermotor Roda Dua, Batu yang digunakan oleh Tersangka untuk merusak Motor, Rekaman Video dan baju yang digunakan oleh Tersangka pada saat melakukan pengerusakan motor dan terekam dalam Video.

Pihak Kepolisian Melakukan tindakan Tilang pada Pelanggaran Lalu lintas yang dilakukan oleh Tersangka dan Memeriksakan urine Tersangka untuk mengetahui apakah yang bersangkutan dalam pengaruh obat obatan atau zat aditif lainnya, Melakukan pengecekan data lengkap kendaraan bermotor melalui kerjasama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Tersangka melalui proses pengecekan Data Base adalah belum memiliki SIM dan Nomor Polisi yang terpasang pada kendaraan bermotor Roda Dua Tersebut (B 6395 GLW) adalah tidak sesuai peruntukannya dimana seharusnya Plat Nomor yang terpasang adalah B 6238 VDL. Tersangka melakukan pengerusakan terhadap motor yang ditumpangi karena merasa emosi bahwa motor yang dibeli dengan sejumlah uang tersebut akan dilakukan penyitaan oleh Petugas Sat Lantas Polres Tangerang Selatan.

Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Tangerang Selatan dalam melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran Lalu Lintas yang dilakukan Tersangka dirasa perlu melakukan penyitaan terhadap Motor tersebut karena Tersangka tidak memiliki atau mampu memperlihatkan SIM, STNK bahkan Kartu Identitas Tanda Pengenal apapun.Hasil Pemeriksaan Urine dan Darah Tersangka tidak menunjukkan indikasi bahwa yang bersangkutan dalam pengaruh obat obatan terlarang atau bahan adiktif.

Tersangka ADI SAPUTRA Pekerjaan Pedagang, penjual kopi di pasar modern BSD Serpong di jerat Pasal 263 KUHPidana  dan atau Pasal 372 KUHPidana dan atau pasal 378 KUHPidana Jo Pasal 480 KUHPidana dan atau Pasal 233 KUHPidana dan atau Pasal 406 KUHPidana Dengan ancaman hukuman sampai dengan 6 Tahun Penjara serta Pasal 281 dan 288 ayat (1) dan 280 dan 291 ayat (1) dan ayat (2) dan 282 Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas.

Baca Juga :  KULTIVASI NARKOTIKA ALAMI / PENANAMAN GANJA DI TANAH MILIK PERHUTANI

( Abi )

Facebook Comments