Beranda Pemerintahan Kekeringan Ancam 13.103 Hektare, Distan Indramayu Rencanakan Bangun 31 Unit Sarpras Pertanian

Kekeringan Ancam 13.103 Hektare, Distan Indramayu Rencanakan Bangun 31 Unit Sarpras Pertanian

BERBAGI

Indramayu, 86News.co – Guna mengantisipasi ancaman kekeringan yang kerap melanda wilayah Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat pada musim tanam (MT) gadu, Pemkab Indramayu melalui Dinas Pertanian (Distan) kabupaten setempat, sesuai rencana akan membangun 25 embung, satu longstorage, empat titik damparit dan satu unit sumur dangkal.

Untuk memuluskan upaya dimaksud Pemkab Indramayu melalui dana alokasi khusus (DAK) 2019 akan menggelontorkan anggaran sekira Rp. 4 miliar.

“TA 2019, sesuai rencana akan akan membangun 31 unit sarana dan prasarana (sarpras) pertanian meliputi 25 embung, satu longstorage, empat damparit dan satu sumur dangkal. Sarpras dimaksud disebar dimasing-masing kecamatan terutama wilayah kecamatan yang terdampak kekeringan seperti Kecamatan Gabuswetan, Losarang, Kandanghaur dan kecamatan lainnya,” kata Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) kegiatan DAK 2019 yang juga Kasi Rehalintan pada Bidang Tanaman Pangan Distan, Rustanto diruangannya, Kamis (11/07/2019).

Tampak, areal persawahan di Desa Loyang Kecamatan Cikedung kekeringan berat. (Foto : safaro)

Dengan dibangunnya 31 sarpras pertanian dimaksud, kata dia, diharapkan bisa meminimalisir ancaman kekeringan yang kerap melanda wilayah Indramayu dan bisa menampung air saat musim hujan. Harapannya, Kabupaten Indramayu sebagai daerah lumbung padi untuk menunjang ketahanan pangan nasional tetap terjaga.

Ia tidak menampik Kota Mangga, sebagai daerah pantai, saat MT gadu atau musim kemarau selalu kekeringan dan musim hujan kebanjiran. “TA 2019, kami akan merealisasikan pembangunan 31 unit sarpras pertanian. Sarpras tersebut berdasarkan pengajuan 31 poktan. Alokasi anggaran untuk satu unit sekira Rp.114 juta, total Rp.4 miliar. Karena nominalnya kecil maka pekerjaannya dilakukan secara swakelola oleh masing-masing poktan,” beber dia sembari menambahkan meski nominalnya kecil namun manfaatnya diharapkan bisa memecahkan solusi petani saat MT gadu.

Ditambahkan, luas area tanam MT gadu sekira 88.095 hektar (ha). Dari jumlah tersebut sekira 13.103 ha terancam kekeringan. Kekeringan meluas hingga 20 kecamatan dari jumlah 31 kecamatan yang ada. Sementara daerah terdampak paling serius tersebar di wilayah Kecamatan Kroya mencapai 3018 ha, disusul Kecamatan Haurgeulis 1694 ha, Gabuswetan 1066 ha, Kandanghaur mencapai 1619 ha, Kecamatan Losarang 837 ha dan Kecamatan Terisi seluas 845 ha serta Kecamatan Cikedung 775 ha. (safaro)

Facebook Comments
Baca Juga :  Program PTSL, PBPN Tangsel : Nyatakan Semua Proses Gratis Tanpa Biaya