Beranda Advetorial Deklarasi Forum Pemuda Indonesia Bersatu (FPIB) Bertema “Semangat Ke Bhinekaan”

Deklarasi Forum Pemuda Indonesia Bersatu (FPIB) Bertema “Semangat Ke Bhinekaan”

BERBAGI

Jakarta, 86News.co – Harus disadari bahwa nilai dasar Pancasila telah ada sebelum kemerdekaan. Norma-norma Pancasila telah ada dalam masyarakat sebelum ditetapkan sebagai dasar negara. Dapat dikatakan pula bahwa Pancasila merupakan perjanjian luhur para leluhur ketika mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan dengan kata lain tanpa Pancasila tidak ada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, Pancasila sebagai dasar Negara harus dihayati dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila sebagai ideologi Bangsa tidak pernah menjelaskan adanya perbedaan dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Justru Pancasila menjembatani semua keberagaman yang ada di Indonesia. Dibawah kibaran Sang Saka Merah Putih tidak ada sekat diantara sesama anak Bangsa, sekalipun berbeda agama, suku, dan bahasa. Kita satu, Indonesia. Kita Bhineka Tunggal Ika. Satu nusa satu bangsa.

Pancasila adalah pemersatu Bangsa. Bung Karno dalam ‘Pantjasila Dasar Filsasat Negara’ berkata, “Pantjasila adalah satu alat mempersatu, jang saja jakin sejakin-jakinnja Bangsa Indonesia dari Sabang sampai ke Merauke hanjalah dapat bersatu padu diatas dasar Pantjasila itu”. Hal ini tidak dapat dibantah, dan untuk menjalin serta menjaga Persatuan dan Kesatuan kita harus menjadikan Pancasila sebagai fondasi kita Berbangsa dan Bernegara.

Jika kita kehilangan Pancasila, maka kita akan kehilangan Indonesia. Jika kita menjaga Pancasila, maka kita akan menjaga Negara ini sepanjang hayat. Seperti kata Bung Karno, “Kita mendirikan Negara bukan untuk sewindu saja, tapi seribu windu lamanya!”

Karena itu, persatuan dan kesatuan NKRI harus tetap dijaga dan dipertahankan. Sebab jika tidak, maka akan terjadi malapetaka dan kehancuran serta perpecahan dimana-mana. Dan untuk melawan ancaman terhadap eksistensi NKRI maka penguatan-penguatan terhadap idealisme, nasionalisme, dan kecintaan kita terhadap Bangsa sangat diperlukan.

Baca Juga :  "On-Kan BISNIS Mu" Cegah Rentenir, PNM Maksimalkan Program ULaMM

Alasan inilah yang menggerakan Ferry M. Kilikily, selaku Ketua Umum Forum Pemuda Indonesia Bersatu (FPIB) didampingi Yunus Rotestu Sakuain sebagai Wakil Ketua Umum FPIB dan Junaedi.S.H. sebagai Sekretaris Jenderal FPIB menyatakan sikap dalam deklarasi yang dilaksanakan di Palugada Food Street, Kembangan, Jakarta Barat,sabtu (7/9/2019).

Forum pemuda Indonesia Bersatu berkomitmen untuk mendukung penuh pemerintahan Indonesia yang sah dan konstitusional dalam upaya menjaga kultur Bangsa Indonesia yang pancasilais, toleran, santun dan beradab; memperjuangkan keadilan, persatuan dan kesatuan bangsa; serta melawan paham dan ideologi yang inkonstitusional, ekstrim, radikal, intoleran, anti Pancasila; dan memperjuangkan nilai-nilai dan prinsip kebangsaan yang nasionalisme ditengah kepelbagaian dan keberagaman yang ada di Indonesia berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Peranan pemuda dalam sejarah Bangsa bisa terlihat dari adanya pergerakan Budi Utomo yang berlangsung pada tahun 1908. Setelah itu ada pula peristiwa Sumpah Pemuda yang terjadi pada tahun 1928 dimana menghasilkan ikrar Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak sejarah pergerakan pemuda seluruh Indonesia dalam semangat kemerdekaan Indonesia. Ada pula peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 yang juga melibatkan pemuda didalamnya. Terlebih lagi banyak sekali pergerakan pemuda, pelajar, dan juga mahasiswa yang berlangsung pada sekitar tahun 1966, hingga pergerakan mahasiswa yang kemudian berhasil meruntuhkan kekuasaan Orde Baru pada tahun 1998 yang juga sekaligus mengantarkan bangsa Indonesia pada masa reformasi.

Hal ini membuktikan bahwa generasi muda merupakan komponen yang penting dalam pembangunan Bangsa Indonesia secara nasional dan menyeluruh. Dan pada kondisi saat ini, pemuda harus tetap menunjukan posisi dan perannya secara berkelanjutan meskipun tantangan yang dihadapi berbeda dari masa kemasa.

Nus Meo, panggilan akrab Wakil Ketua Umum FPIB yang ditemui oleh Tim Jurnalis di akhir deklarasi mengatakan bahwa, “pemuda Indonesia harus mengambil peran sebagai agen perubahan, kontrol sosial dan generasi penerus dengan komitmen yang teguh untuk menolak ideologi anti Pancasila, melawan hoax atau ujaran kebencian, melawan isu dan propaganda SARA dengan menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa sesuai semboyan Bangsa Indonesia “Bhineka Tunggal Ika” demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Baca Juga :  Ciptakan Ide-ide Berbasis Teknologi Informasi Cuaca, Hackathon 2019: HACKBDGWEATHER Sukses Digelar

Dengan semangat dan nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda 1928 yaitu: cinta bangsa dan tanah air; sikap rela berkorban; persatuan kesatuan; menerima dan menghargai perbedaan; mengutamakan kepentingan bangsa; dan solidaritas semangat persaudaraan.

Menutup wawancara singkat tersebut, Nus Meo menambahkan bahwa Forum Pemuda Indonesia (FPIB), bersedia dan siap berada digaris terdepan sebagai garda Bangsa untuk menjaga Pilar Kebangsaan Republik Indonesia yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika bersama-sama dengan pemerintah, TNI-POLRI dan semua elemen masyarakat.

Nuansa kebhinekaan terasa sangat kental dalam acara deklarasi yang dibuka dengan menyanyikan lagu nasional Indonesa Raya, dilanjutkan dengan doa bagi Bangsa Indonesia yang dibawakan oleh perwakilan dari dua tokoh agama Islam dan Kristen Protestan, dan lantunan beberapa syair lagu kedaerahan yang menambah indahnya pesan-pesan kebangsaan yang disampaikan oleh para pembicara dalam sambutan-sambutannya.

Pantauan Tim Jurnalis, deklarasi Forum Pemuda Indonesia ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai elemen organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan para aktivis muda yang mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Beberapa diantaranya yang hadir adalah Moh kholil al faruq, SH. M.Pdi ( Sekretaris Jenderal GBIK Generasi Baru Indonesia Kuat ). Nicholas Johan Kilikily (Tokoh Pemuda Indonesia Timur), H. M. Syharul Ghozali (Panglima FBR Jabodetabek-Kepulauan Seribu), H. Mujamil (Ketua FBR Korwil Jakarta Barat), Logo Vallenberg (Ketua Umum Forum Komunikasi Putra-Putri Nusa Tenggara Timur), Minca (Ketua BPKB Banten, Tambora), Hanphie Agusoeito (Motivator/Penulis Buku), Yan Rumbiak (Tokoh Dewan Adat Biak, Papua), M. Nurhali (Ketua PAC Pemuda Pancasila, Kebon Jeruk), Novri Akiari (Forum Kebhinekaan Indonesia), unsur TNI-POLRI dan masih banyak tokoh serta perwakilan organisasi masyarakat lain yang juga hadir.

Baca Juga :  AWPI Award 2019 Dedikasi Kapolres Sahabat Media

Salam Persatuan dan Kesatuan !!

(Yustaf Siki/agus86)

Facebook Comments