Beranda Pemerintahan Plt Bupati Indramayu Taufik Geram Pembangunan Embarkasi Haji Kembali Diusik

Plt Bupati Indramayu Taufik Geram Pembangunan Embarkasi Haji Kembali Diusik

BERBAGI

Indramayu, 86News.co – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Indramayu H. Taufik Hidayat geram adanya pernyataan Anggota DPR RI, Maman Imanulhaq yang ingin memindahkan Embarkasi Haji dari Kabupaten Indramayu ke Kabupaten Majalengka. Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum juga pernah membuat pernyataan serupa.

Kegeraman mantan Ketua DPRD Kabupaten Indramayu periode 2014-2019 ini tidak beralasan karena melalui tayangan yang beredar di media sosial, Anggota DPR RI dari Dapil 9 Jawa Barat, Maman Imanulhaq meminta Kementerian Agama agar memindahkan pembangunan embarkasi haji dari yang tadinya di Indramayu ke Majalengka dengan alasan Indramayu jauh dari akses tol.

Taufik menegaskan, pembangunan embarkasi haji di Kabupaten Indramayu sudah menjadi blue print (cetak biru) Kementerian Agama yang pembangunannya akan dimulai pada tahun 2020.

“Pemkab Indramayu telah menyiapkan lahan untuk embarkasi haji bahkan telah membebaskan tanahnya untuk pembangunan tersebut. Kami tidak habis piker, tanpa ada angin dan hujan tiba-tiba Maman Imanulhaq membuat pernyataan yang menyinggung masyarakat Indramayu,” tegas Taufik saat peluncuran Aplikasi Indramayu All in One di ruang Ki Tinggil Setda Indramayu, Jum’at (08/11/2019)..

Taufik mengaku geram karena masih ada pihak yang mengutak-atik pembangunan embarkasi haji di Indramayu. Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum juga pernah membuat pernyataan yang serupa. Namun setelah mengetahui duduk permasalahannya, UU mengakui ada kekeliriuan dan minta maaf kepada masyarakat Indramayu.

“Setelah beberapa waktu lalu Wakil Gubernur Jawa Barat, kini anggota DPR RI mengutak-atik kembali keberadaan embarkasi haji yang nantinya dibangun di Indramayu. Hormatilah proses dan tahapan yang sudah berjalan,”kata Taufik dengan nada meninggi.

Pada kesempatan itu juga Taufik menyinggung konsep Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Rebana yang digagas oleh Pemprov Jawa Barat. Menurutnya penamaan Rebana yang merujuk daerah Majalengka, Cirebon, dan Subang tanpa menyertakan Indramayu kurang tepat. Pasalnya, konsep Rebana sendiri didalamnya melibatkan Kabupaten Indramayu bahkan Kecamatan Tukdana direncanakan akan dikembangkan menjadi daerah penyangga aerocity BIJB itu sendiri, sehingga nama Rebana harus dirubah menjadi ‘Rebana Ayu’. (safaro)

Facebook Comments
Baca Juga :  Ketua FKUB Jabar Ucapkan Terima Kasih Kepada Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi