Gabungan Polres Tangsel bersama Polsek Pondok Aren, Ciputat dan Cisauk Meringkus Empat (4) pelaku komplotan Pembobol ATM di Minimarket.

  • Whatsapp

TANGSEL,86NEWS.CO –Gabungan Polres Tangerang Selatan bersama Polsek Pondok Aren, Polsek Ciputat dan Polsek Cisauk berhasil meringkus empat (4) pelaku komplotan spesialis pembobol ATM di minimarket.

Para pelaku pencurian ATM tersebut yakni, Irvan Efendi als Panjul, Riyan ardiansyah als Bogel, Alan Mustika dan Ronald. mereka mempunyai peran yang berbeda.

Irvan yang di ketahui warga Semanan Kalideres, Jakarta Barat, berperan sebagai penunjuk jalan atau joki. Tersangka Riyan ardiansyah als Bogel bertugas mengawasi tkp dan joki. Kemudian, Alan Mustika sebagai otak pelaku dan Ronald membantu saat pencurian atau pembobolan ATM.

Kapolres Tangerang Selatan AkBP Ferdy Irawan, S.IK. M.Si didampingi oleh, Kompol Afroni Sugiarto, SE. M.Si (Kapolsek Pondok Aren), AkP M. Wibisono A.P. SH.S.IK. M.H (Kasat Reskrim), AkP Rolando V.A. Hutajulu, SH. M.H. (Kapolsek Cisauk), Iptu Sugiyono (Kasubag Humas) dan Iptu Erwin Subakti SH.( Kanit Reskrim Polsek Ciputat) ketika menggelar Konferensi Pers bertempat di Loby Polres Tangerang Selatan (20/1/2020 ) pukul 16.00 Wib. Petang, Kepada Awak Media mengatakan.

Berawal terungkapnya aksi pembobolan ATM di minimarket di Pondok Kacang, RT 003, RW 003 Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan, sekitar jam 06.15 wib salasatu karyawan akan masuk pagi dan terkejut melihat kondisi ATM dalam keadaan terbongkar.

Kemudian hasil olah Tkp penyisiran menemukan tas besar berisi uang banyak diduga hasil kejahatan ATM, jelas Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan.

Dibantu warga, polisi berhasil menangkap pelaku pertama Alan Mustika di Pondok Jagung, dari pelaku Alan kemudian pengembangan dan kemudian menangkap para pelaku lainnya ucap Kapolres.

Menurut Kapolres, komplotan tersebut melancarkan aksinya saling berbagi tugas dan peran, mulai dari menjebol lewat atas, buka genteng, kemudian masuk turun. Ada juga yang lewat samping menjebol tembok dengan linggis, masuk, dan yang jelas tidak ada yang masuk lewat depan atau pintu yang menggunakan gembok.

Lokasi kejadian di Pondok Aren, berdasarkan pengakuan pelaku beroperasi antara pukul 02.00 dinihari hingga jelang subuh.

“Paginya setelah dibuka karyawan toko, melihat kondisi ATM dalam keadaan rusak dan terbongkar,” ujarnya.

Kata Kapolres, usai beraksi selalu merusak CCTV digunting rekamannya atau diambil kemudian dirusak dengan dimasukan ke dalam air.

“Dari 7 TKP hanya sekitar 4 yang di ATMnya ada uangnya. Rata-rata mulai Rp30 juta dan yang terbesar jumlahnya di Pondok Kacang Timur Pondok Aren yakni sekitar lebih dari Rp 600 juta,” terangnya.

Salah satu pelaku Alan Mustika mengaku sebagian uang jarahan ATM disantuni buat panti-panti. Kita masih dalami ya kebenarannya, dan setelah kita catat mereka semua ini tidak ada track recordnya sebagai karyawan minimarket, tutur Ferdy.

Hasil penyelidikan tersangka Alan Mustika dan Ronald telah beberapa kali melakukan pencurian di Indomart dan Alfamart baik mengambil barang barang maupun bobol ATM yang ada di dalam toko seperti di daerah Ciputat, Pamulang, Serpong dan Cisauk.

Barang bukti yang dapat di amankan Polres Tangerang Selatan yaitu berupa, tabung gas lengkap dengan selang, linggis, besi yang dibentuk seperti tali panjat, senjata tajam karambit, potongan mesin ATM, Rekaman CCTV, sepeda motor matic dan uang tunai Rp 660 juta.

Akibat perbuatannya Para tersangka dijeratdengan Pasal 363 KUPidana dengan ancaman penjara 7 tahun penjara.

Team/Abi

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.