PT. Central Mega Kencana Melakukan PHK Sepihak Kepada 5 Karyawannya

  • Whatsapp

Jakarta, 86News.co – PT. Central Mega Kencana yang beralamat di Jl. Gatot Subroto Kav. 64 No. 177A Jakarta Selatan telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada karyawannya.

Menurut informasi perusahaan tersebut bergerak di bidang pembuatan perhiasan intan dan berlian dengan tenaga kerja 1200 orang.

Sejak menjelang Hari Raya Idul Fitri perusahaan tersebut telah melakukan PHK terhadap pekerjanya satu persatu dengan kompensasi seadanya. Bahkan 5 orang Pengurus inti PUK SP KEP turut di PHK. Tindakan tersebut ada indikasi kearah union busting/pemberangusan serikat pekerja dan pelanggaran atas UU No. 21 tahun 2000.

Atas perlakuan pengusaha tersebut perangkat organisasi Federsi Serikat Pekerja Kimia, Energi Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum (FSP KEP) dari PUK, DPC, dan DPD mengadakan rapat koordinasi khusus dengan DPP pada hari Jumat, 3 Juli 2020 di kantor DPP FSP KEP Jl. Dato Tonggara, Jakarta Timur.

“Tindakan seperti ini tidak boleh dibiarkan. Hubungan antara pengusaha dan pekerja sudah diatur sedemikian rupa melalui Undang-undang. Melanggarnya secara sengaja sama halnya telah melecehkan Negara,” ujar Sahat Butar Butar yang memimpin rapat tersebut.

Perusahaan yang menggandeng Frank & Co dengan produk kwalitas utama dan brand terkenal tersebut selama ini lancar-lancar saja. Dampak Covid-19 tidak terlalu signifikan berpengaruh.

“Seyogyanya pengusaha bisa menghargai jerih payah buruh yang sudah puluhan tahun ikut andil dalam membangun dan mengembangkan perusahaan. Wabah Covid-19 memang mengganggu jalannya perekonomian, akan tetapi PHK sepihak bukanlah solusi yang baik. Ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan,” kata Ketua Umum FSP KEP Sunandar disela-sela kunjungannya ke PUK SP KEP PT. CMK hari ini (4/7).

“Sebagaimana diputuskan dalam rapat konsolidasi di kantor DPP kemarin, organisasi membackup penuh perjuangan buruh di PT. CMK ini dan akan membetuk Tim Advokasi gabungan dari PUK, DPC, DPD dan DPP untuk memperjuangkan agar dapat dipekerjakan kembali. Apabila pengusaha masih mempertahankan kesalahannya maka akan diambil tindakan,” pungkasnya

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 Komentar