Kinerja Polres Tegal Diduga Tidak Profesional

  • Whatsapp

Slawi, 86News.co – Kinerja Kepolisian Resor(Polres) Tegal patut dipertanyakan khususnya dalam melayani pengaduan dari masyarakat terkait laporan dari warga Desa Jatibogor Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal tentang dugaan tindak.pidana pungutan liar(pungli) yang dilakukan oleh perangkat desa dalam.pengurusan pembuatan sertifikat pada program PTSL( Pendataan Tanah Sistematis Lengkap).

Kuasa Hukum yang mewakili Warga Desa Jatibogor,S.Santoso.SH.MH akhirnya melayangkan surat kepada Kapolri yang berisi tentang permohonan kepastian hukum dan perlindungan hukum atas dugaan tindakan penyalahgunaan wewenang dan Pungli pengurusan PTSL tahun 2018.

“Hari ini selasa 14 juli kami menghadap Unit III Reskrim.Polres Tegal, untuk menanyakan sejauh mana penanganan kasus.dugaan pungli PTSL yang dilakukan oleh oknum perangkat desa Jatibogor, karena kami dapat laporan saudara Tirmizi selaku pengadu/ pelapor bahwa oknum penyidik Unit III Reskrim mengatakan kasus ini tidak dilanjutkan atau ditutup” terang Santoso didampingi para pengadu/ pelapor.

Lebih jauh dikatakan bahwa diduga ada keberpihakan kepada aparatur Pemerintah Desa dan penyalahgunaan wewenang serta tidak profesional.

“Saat kami temui Kanit Unit III didampingi anggotanya mengatakan kalau kasus ini sedang dimintakan rekomendasi ke Kompolnas dan rencananya akan gelar perkara di tingkat Polda. Hal ini menunjukan kalau pihak Polres Tegal khususnya penyidik tidak profesional, sebab laporan pengadu sudah sejak 4 Maret 2019. Ada apa dengan semua ini” jelas Santoso saat ditemui didepan ruang Unit III.

Kanit III Reskrim Polres Tegal ketika hendak dikonfirmasi wartawan mengelak.memberi penjelasan dan diarahkan menghadap Kasatreskrim, namun ketika Kasatreskrim hendak ditemui.wartawan juga mengelak dengan alasan ada tamu dari Polda.

Atas kejadian.ini akhirnya wartawan ditemui oleh Kasubag Humas ,AKP. Supratman yang mengatakan bahwa kasus ini memang ranahnya Kasatreskrim.

“Kami dari Kasubag Humas tidak dapat memberikan informasi atau statment karena merupakan ranah Kasatreskrim” terangnya.

Menanggapi lambannya penanganan pengaduan warga yang berbulan bulan Ketua LSM BINA PELANGI, Ali Rosidin sangat kecewa dan prihatin dengan kinerja polisi dan patut dipertanyakan ada apa.dengan semua.ini.

“Polisi sebagai pelayan masyarakat harusnya dapat bekerja secara profesional..apa gunanya moto Promoter? Percuma kalau hanya slogan belaka. Omong doanglah. Itu Kapolresnya harus bisa menegur bawahannya yang tidak bekerja dengan profesional” geram Ali pada oknum Polisi.yang tidak profesional. (CHR-Tgl)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.