Warga Rumah Susun DKI Meminta Segera Pemprov Untuk Memasang Jaringan Internet Di Semua Rusun Agar Memudahkan Anak-Anak Belajar Online Dirumah

  • Whatsapp

Jakarta, 86News.co – Internet ditengah pandemi covid-19 merupakan kebutuhan semua kalangan, tidak terkecuali mereka para penghuni Rusun di DKI. Diketahui bahwa 95% penghuni Rusun di DKI Jakarta rata-rata sudah berkeluarga, Kami ini mengikuti himbauan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Pemprov DKI untuk menekan angka penyebaran corona virus.

Namun di sisi lain, kami ini serba kesulitan karena aktifitas saat-saat ini serba online. Kami punya anak-anak sekolah mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi, sebagian ada juga yang bekerja diperusahaan WFH dan semua serba internet.

“Kami per keluarga bisa mengeluarkan lebih Rp.500.000/Bulan hanya untuk internet saja”, ungkap Rinto Manalu penghuni Rusun Nanggarak.

Hal senada juga disampaikan oleh penghuni rusun lainnya, Kami sangat berharap Pak Anies Baswedan memberikan perhatian khusus terkait hal ini, karena internet untuk saat ini sudah masuk kategori kebutuhan pokok.

Dengan adanya internet dirumah susun, akan menekan biaya pengeluaran orangtua murid saat Covid 19.

Hitungan sederhananya adalah dengan orang tua punya 3-4 (tiga) Hp berserta HP Khusus belajar anak untuk belajar online, dengan demikian maka dalam 1 (satu) Hp untuk paket internet 15 hari paket Rp. 80.000 dan itupun cepat habisnya, karena sering digunakan untuk membuat tugas dan belajar melalui online.

“Sehingga 1 (satu) keluarga bisa menghabiskan biaya paket kuota internet 1 bulan adalah 640.000 untuk 4 Hp, bayangkan bila warga yang tinggal di rumah susun di fasilitasi internet berbayar yang hanya paket nya 360.000 untuk rame-rame dan itu sangat menghemat pengeluaran para orang tua yang tinggal dirumah susun milik Pemda DKI, belum lagi sinyal Hp yang hilang timbul bila kami pakai paket kuota internet Hp yang sangat kurang bagus karena kita berada dalam gedung yang tertutup”, ucapnya.

Apabila pakai internet WIFI berbayar kemungkinan sinyalnya sangat bagus sekali tergantung paketnya Ucap Sarifudi yang juga penghuni rusun DKI.

Sementara itu, Arianto Penghuni Rusun KS Tubun menyampaikan kepada awak media bahwa Pihaknya akan berkoordinasi kepada pihak Pemda DKI.

“Kami akan bersurat kepada UPRS, BAPPEDA, Dinas Perumahan, Kepala Badan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi DKI Jakarta, Sekda DKI, Gubernur DKI, DPRD DKI dan Presiden RI. Kami sangat mengharapkan internet dipasang di Rusun KS Tubun khususnya dan rumah susun Se DKI umumnya”, ungkapnya.

Apa yang dikeluhkan kami sebagai perwakilan warga dirusun KS Tubun sama dengan yang dikeluhkan warga Rumah susun lainya Se DKI, karena kami mempunyai paguyuban Rusun Se DKI, besar harapan kami agar internet segera terpasang karena kami sudah jenuh berada di dalam rumah namun tidak dapat bekerja lewat Online dan belajar dengan Online untuk anak-anak kami karena rumah susun yang kami tempati tidak semua sinyal HP bagus dan solusinya berikan segera kami jalur pemasangan Internet, bila ada oknum oknum yang menghambat terlaksananya ini semoga di sikat oleh Gubernur beserta jajarannya dan di berikan sanksi demi kemaslahatan masyarakat DKI. Tutup Arianto, SH,.MH

(Red)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.