Dengan Karyanya Yang Monumental, Theofilus Layak Kembali Pimpin Tana Toraja

  • Whatsapp

TANA TORAJA, 86News.co – Harus diakui, objek wisata religi ‘Patung Yesus’ yang terletak di Burake, Makale, adalah buah karya Mantan Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung. Patung bercorak kristiani ini menjadi salah satu icon monumental yang menunjukkan kepiawaian Theofilus memimpin Tana Toraja periode 2010-2015 lalu.

Dan masih sederet lagi karyanya yang lain. Khusus ‘Patung Yesus’ dengan ketinggian 24 mdpl terbilang spektakuler dan mendunia serta menjadi penyumbang terbesar PAD Tator di sektor pariwisata. Kini, untuk menuntaskan visi-misi dan programnya yang lalu demi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Tator, Theofilus Allorerung kembali maju.

Niatnya tampil menjadi kandidat pada kontestasi Pilkada Tana Toraja 2020, semata karena panggilan nurani dengan tanggungjawab pengabdian ingin meluruskan bias yang ada dalam tatakelola pemerintahan serta pembangunan selama ini. Tak salah, Theofilus menggandeng seorang dokter spesialis bernama Zadrak Tombeg.

Dengan paket Theofilus-Zadrak, ada angin segar dan harapan baru bagi masyarakat Tana Toraja. Betapa tidak, daerah berjuluk ‘Bumi Lakipadada’ ini dalam lima tahun terakhir memang memprihatinkan. Kondisi keuangannya mengalami defisit dalam 4 tahun berturut-turut. Tak heran, Pemda setempat terpaksa harus berutang kepada kontraktor sekitar Rp.100 M di tahun 2020.

Merespon hal ini, Yuli Parantean Bura, salah seorang tokoh perempuan Toraja yang berdiam di Jakarta, angkat bicara. Menurut dia, hadirnya pasangan Theo-Zadrak dengan Visi “Wujudkan Tana Toraja Bangkit, Produktif, dan Tangguh”, merupakan solusi tepat menjawab permasalahan yang ada.

“Tana Toraja ini dilanda penyakit kronis dan butuh pemimpin yang tahu sakitnya. Dari tiga pasangan ini hanya Theo-Zadrak yang sangat memahami kondisi Toraja. Karyanya terbukti, Burake, Pango-Pango dan BBK,” ujar istri mendiang Laksamana Pertama (Purn) Benyamin Bura ini, di Makale, Selasa, 29 September 2020.

Oma, sapaan akrab Yuli, menjelaskan, Theofilus sudah berkarya dan nyata. Masyarakat dan daerah Tator sudah merasakan manfaatnya. Theofilus mampu mengartikulasi pemikiran kritis dan kaya dengan ide-ide terobosan. Visinya jauh ke depan (visioner) serta seorang eksekutor tanpa pamrih. Apalagi, lanjut Oma, Theo didampingi Zadrak, putra Toraja yang tidak kalah dalam hal ide, gagasan dan visi.

Zadrak sudah membuktikan kiprahnya memajukan pendidikan dan kesehatan di Tana Toraja. “Masih begitu banyak keindahan alam (objek) yang menanti sentuhan seorang sekelas Bung Theo yang dibiarkan terbengkalai. Pilkada ini menjadi momentum berharga untuk lebih menyempurnakan karya besar ini dan karya-karya Theo-Zadrak selanjutnya,” jelasnya.

Srikandi yang juga pionir antikorupsi ini mengajak masyarakat bersatu memenangkan duet Theo-Zadrak pada 9 Desember mendatang. Memilih pemimpin, kata dia, bukan sekedar melihat dari luarnya, tapi jauh dalam lubuk hatinya. “Pemimpin itu moralnya harus bagus. Nah Theo-Zadrak pasangan komplit dan memiliki kepribadiani. Beri kesempatan keduanya memimpin Tana Toraja dan yakinlah akan ada kemajuan luar biasa,” pungkasnya. (step/anto)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.