Kabid Humas Polda Papua : Dialog Interaktif TVRI Dengan Tema Ciptakan Pilkada Papua Yang Aman Dan Damai Di Tengah Pandemi Covid -19

  • Whatsapp

Papua, 86News.co – Bertempat di Stasiun TVRI Papua Pukul 19:00 wita, telah dilaksanakan kegiatan dilalog interaktif dalam program khusus dengan topik “Ciptakan Pilkada Papua yang Aman dan Damai di Tengah Pandemi Covid 19″. Sabtu 17/10/2020,

Hadir sebagai Narasumber:
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H., Komisioner KPU Provinsi Papua Zufri Abubakar, Komisioner Bawaslu Provinsi Papua Ronald Michael Manoach.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H dalam kesempatanya mengatakan, perlu diinformasikan kepada seluruh masyarakat di Tanah Papua bahwa situasi hingga hari ini Sabtu, 17 Oktober 2020 sesuai dari laporan para Kapolres Jajaran Polda Papua situasi cukup kondusif dan ini akan memabawa harapan kepada kita semua seluruh masyarakat di tanah Papua untuk membangun Papua yang lebih baik kedepannya.

Kita ketahui bersama rangkaian tahapan Pemilu saat ini berada pada masa kampanye yang dimulai dari tanggal 26 September 2020 hingga nanti tanggal 5 Desember 2020, kegiatan aktivitas para calon Bupati-Wakil Bupati, juru kampanye dan simpatisan akan meningkat dan dilaksanakan dalam situasi Pandemi Covid-19 tentunya harus tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Sesuai dengan Maklumat Kapolri bahwa Kapolri menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat bahwa Pilkada serentak tetap dilaksanakan akan tetapi harus aman dan kondusif, jadi pihak TNI-Polri selalu mengawal jalannya Pilkada dengan sebaik-baiknya, semoga dengan strategi yang telah dibangun dan komitmen bersama sehingga situasi di tanah Papua semakin kondusif.

Situasi Kamtibmas harus tetap terjaga dengan perkembangan demokrasi yang berkembang di 11 Kabupaten di Provinsi Papua, maka dari itu harus tetap menajaga kaidah dan norma hukum agar tidak terjadi masalah di kemudian hari sehingga pesta demokrasi di tanah Papua bisa berjalan dengan penuh martabat.

Untuk mengawal proses demokrasi, pihak Kepolisain tidak hanya mealaksanakan kegiatan saat ini saja, sebelumnya Kepolisan sudah melakukan kegiatan seperti dialog dan tatap muka bersama para tokoh untuk membahas pelaksanaan Pilkada agar tetap aman dan damai.

11 Kabupaten di Provinisi Papua yang melaksanakan Pilkada tentu situasi dan ancamannya berbeda, maka dari itu para Kapolres Jajaran Polda Papua sudah memetakan dengan potensinya masing-masing dan menyiapkan perencaan yang matang sehingga bisa dilakukan deteksi dini untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Dari pihak TNI juga sudah siap untuk membantu Kepolisian mengawal jalannya Pilkada, ada juga Brimob Nusantara yang siapkan sebanyak 300 personil untuk mengantisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak dinginkan, namun harapan bersama agar pelaksanaan Pilkada berjalan dengan aman dan kodusif sehingga dengan kesadaran demokrasi dari waktu ke waktu akan menjadi lebih baik.

Komisioner KPU Provinsi Papua Zufri Abubakar dalam kesempatanya mengatakan bahwa KPU seluruh Indonesia sudah di protect dengan praturan KPU, bahkan dengan aturan yang berlapis dari PKPU nomor 6 tahun 2020, PKPU nomor 10 tahun 2020 dan PKPU nomor 13 tahun 2020 tentang pelaksanaan Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota serentak lanjutan di masa Pandemi Covid 19 dalam kondisi bencana Non Alam.

Dalam peraturan KPU tersebut memprotect agar dalam pelaksanaan Pilkada tetap menggunakan protokol kesehatan dan KPU diawasi oleh Bawaslu serta Kepolisian sesaui, itu sesuai Maklumat Kapolri, maka dari itu KPU sudah menyediakan logistik Alat Pelindung Diri (APD) untuk seluruh penyelenggara di 11 Kabupaten Provinsi Papua sampai ke tingkat Adhoc.

Ketika KPU melanggar aturan ada Bawaslu yang selalu mengawasi KPU dan ada pihak Kepolisian yang selalu membantu mengawal jalannya penyelenggaran Pilkada.

Komisioner Bawaslu Provinsi Papua Ronald Michael Manoach dalam kesempatanya mengatakan bahwa Bawaslu sangat merasakan beban yang cukup berat karena tidak hanya mengawasi teknis tahapan tetapi kini juga diberi sebuah tanggung jawab untuk mengawasi protokol Covid 19, Bawaslu sendiri sudah menerbitkan Perbawaslu Nomor 4 Tahun 2020 tentang pengawasan protokol Covid 19 dan yang terbaru bBwaslu telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 0561 terkait pembentukan Pokja pencegahan Covid 19, jadi khusus di Provinsi Papua Bawaslu membuat Pokja Covid 19.

Bawaslu harus mengawal mulai dari sebelum pelaksanaan pemilihan hingga selesai, hal ini agar tidak muncul klaster baru misalnya kalaster pemungutan, bahkan yang terbaru sudah ada klaster pendaftaran tapi bisa ditangani dengan baik hingga terlewati, kemudian pada masa kampanye kita mencegah agar tidak muncul klaster kampanye hingga seterusnya dengan Pokja Covid yang berperan penting di dalamnya.

Pokja Covid 19 sendiri pembinanya adalah PLT Bupati yang melibatkan Polres dan Kodim di mana Ketua 1 yaitu Ketua Bawaslu dan Ketua 2 yaitu Ketua KPU, Pokja Covid 19 ini lebih bertujuan untuk mengawasi tahapan Pemilu dan objeknya antara lain para calon dan semua yang berakitan dengan Pilkada.

Pada sesi Closing Statement, narasumber Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H., Komisioner KPU Prov. Papua Zufri Abubakar dan Komisioner Bawaslu Prov. Papua Ronald Michael Manoach menyampaikan bahwa Pilkada yang berkualitas, berintegritas aman dari Covid 19, Prioritas aspek keselamatan serta kesehatan peserta dan pemilih, rasa aman untuk mendorong partipasipasi masyarakat yang mempunyai hak pilih.  ANTON

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.