Berdalih Mencairkan Uang Kerajaan Gowa yang tersimpan di Luar Negeri, Korban Akan Lapor Ke Mabes Polri dan Polda Sulsel untuk di usut tuntas

  • Whatsapp
Ilustrasi (Dok Net)

JAKARTA, 86NEWS.CO — Setelah dihebohkan dengan adanya Kasus Keraton Agung Sejagat di Purworejo dan Kasus Sunda Empire yang belum lama ini menyita perhatian Publik. Kini ada lagi Oknum-oknum yang berulah di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan yang bermodus mengeluarkan Uang Kerajaan Gowa yang tersimpan diluar negeri untuk Kesejahteraan Ummat.

Kasus Dugaan Penipuan dengan Dalih Mengambil Uang Kerajaan Gowa yang tersimpan di luar Negeri ini ternyata sudah menelan Uang korban hampir 600 jutaan dari tahun 2015.

Asbar Susanto, warga Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan Telah menjadi korban yang sudah mengeluarkan Uang hampir 600 Jutaan dengan iming-iming Akan mendapatkan Berkali lipat dari Oknum Pelaku jika Uang Kerajaan Gowa yang tersimpan di Luar Negeri yang nilainya Milliaran Rupiah untuk Kesejahteraan Ummat dapat Dicairkan.

Dalam keterangannya Kepada Redaksi pada minggu malam, 7/11/20, Asbar Susanto mengatakan, dirinya merasa tertipu setelah sekian lama menunggu dari Tahun 2015 sampai saat ini belum juga terealisasi.

“Sejak Tahun 2015, saya sudah ikut berpartisipasi dan kira-kira sudah mengeluarkan uang mencapai 600 jutaan rupiah jika di totalkan sampai Hari ini, Namun belum juga ada kepastian dari apa yang diucapkan para Oknum pelaku,” Kata Asbar mengawali Kejadiannya.

Dirinya mulai mencurigai Para Pelaku lantaran tidak ada kepastian dan kejelasan. “Saya Mulai Curiga, Karena sampai saat ini belum juga ada kejelasan dan Kepastian,” Jelas Asbar.

Karena merasa dirinya sudah tertipu, Sambung Asbar, saya akhirnya menyerahkan Kasus ini kepada kerabat saya yang juga sebagai seorang Lawyer di Jakarta.

“Saya sudah meminta tolong ke Kerabat saya di Jakarta untuk menyelesaikan masalah ini,” Terang Asbar.

Melalui Kerabatnya Seorang Lawyer yang tergabung dalam Pusat Bantuan Hukum Aparatur Sipil Nusantara (PUSBAKUM ASN), Sambung Asbar mengatakan telah melayangkan surat somasi sebanyak 2 kali kepada para pelaku.

“Sudah 2 Kali surat Somasi kami Layangkan, Namun Belum juga ada itikad baik dari para pelaku,” Tambah Asbar.

“Pada dasarnya saya ingin masalah ini diselesaikan secara musyawarah, Namun sepertinya tidak ada Itikad Baik karena sudah 2 kali surat somasi tak pernah digubris,” Kata Asbar.

Untuk itu, Lanjut Asbar, Dirinya menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada kerabat saya sebagai kuasa hukum.

Sekjen PUSBAKUM ASN, S. Santoso, S.H., M.M

Sementara itu, Kuasa Hukum Asbar Dari PUSBAKUM ASN, S. Santoso, S.H, MM saat di konfirmasi membenarkan adanya surat somasi yang dilayangkan.

“Ia Betul, Sudah 2 kali Surat somasi kami layangkan namun belum juga terlihat adanya itikad Baik dari para pelaku,” Kata Santoso.

Dirinya menilai, Permasalahan ini mirip dengan Kasus-kasus sebelumnya seperti Kasus Keraton Agung Sejagat di Purworejo dan Sunda Empire di Jawa Barat.

“Permasalahan Klien kami mirip dengan 2 kasus itu, untuk itu kami akan melakukan tindakan-tindakan dan Upaya-upaya Hukum selanjutnya,” Jelas Santoso.

Saat ditanya apa tindakan dan upaya hukumnya, Santoso mengutarakan akan melaporkan Kasus ini ke Mabes Polri dan Polda Sulsel.

“kami akan melaporkan kejadian ini Ke Mabes Polri dan Polda Sulsel,” Jelas Santoso.

Lebih jauh Dikatakan Santoso, PUSBAKUM ASN Hadir disini untuk membantu para korban, jangan sampai ada Korban lagi yang mengalami kejadian yang sama.

“Kalau tidak dilakukan upaya hukum, Para pelaku akan terus mencari para Donatur lainnya untuk dijadikan Korban selanjutnya dan ini sebagai langkah memberikan efek jera,” Tandas Santoso.

Lebih jauh dikatakan Santoso, Aktivitas berdalih Mengeluarkan Uang Kerajaan Gowa di Luar Negeri dinilai mirip dan hampir sama dengan Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire yang mengarah pada aksi penipuan.

“Motifnya hampir sama dengan Agung Sejagat dan Sunda Empire dimana paham yang digaungkan itu pengambilan Uang Kerajaan Gowa di Luar Negeri, Disini terlihat Nama yang berbeda tapi kalau di telaah sangat mirip,” Beber Santoso.

Santoso menduga Pelaku yang berinisial HL dan LI Cs sudah melakukan tindakan yang melawan hukum.

“Para pelaku diduga sudah melakukan upaya tindakan melawan hukum dengan modus penipuan yang bisa dijerat Pasal 378 dan 372 dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” Tegas Santoso.

Sebagaimana informasi, Adanya modus mengeluarkan Uang Milik Kerajaan yang tersimpan di Luar Negeri berjumlah Milliaran rupiah dipergunakan sebagai alasan para pelaku dalam mencari para donatur-donatur lainnya untuk dijadikan korban.

Dimana para Donatur yang dijadikan Korban selanjutnya akan di iming-imingi akan mendapatkan berkali-kali lipat ganda jika berhasil dan diminta untuk ikut berpartisipasi Dalam Mengeluarkan Uang Milik Kerajaan Gowa di luar Negeri yang di Gaungkan untuk Kesejahteraan Ummat.(Red)

ARTIKEL YANG DISARANKAN :

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.