Kelompok Tani Manfaatkan Lahan Saat Musim Kemarau Dengan Budidaya Cabe Baja

  • Whatsapp

PANGANDARAN, 86News.co – Poktan Baetul Munawaroh Tenjosari, Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat melakukan penanaman cabe baja di lahan sawah kering.

Pemanpaatan lahan ini dengan di tanami Cabe Baja merupakan salah satu upaya untuk tetap bisa produktif ketika dimusim kemarau.

Kenapa memilih budidaya Cabe baja di karenakan di anggap kuat juga tahan lama, jika melakukan pengiriman ke luar daerah seperti ke Jakarta, Jogjakarta atau daerah lainnya.

Kepala Desa Selasari Tugaswara menyatakan, untuk kemajuan warganya pihak pemerintah Desa akan mengumpulkan semua kelompok tani untuk melakukan penyuluhan dan peningkatan kapasitas.

“Kami berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, dengan mendatangkan tim penyuluh pertanian,” ucap Tugaswara di lokasi penanaman cabe baja, Jumat (11/6/2021).

Sehingga, kata Tugaswara, nantinya masyarakat masih bisa bertani meskipun dimusim kemarau dan selalu produktif.

Para petani pun bisa menjual hasil taninya ke pasar didalam maupun pasar diluar kabupaten Pangandaran.

“Karena kalau musim panen raya, untuk komoditas hasil pertanian apapun biasanya harga anjlok,” kata Tugaswara.

“Nah kita coba sekarang, diluar panen raya kita berharap hasil panen Cabe Baja ini harganya bisa bagus atau minimal normal lah,” jealsnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Sutriaman mengatakan, penanaman cabe baja ini baru ditanam di lahan seluas 8 Hektar.

“Insyaallah, untuk kedepannya lahan akan diperluas lagi. Dengan adanya insiatif kelompok, Saya sangat Apresiasi sekali dan mudah mudahan untuk hasilnya bisa memuaskan sesuai dengan harapan,” ungkap Sutriaman.

Karena, lanjut Sutriaman, penanaman cabe baja ini dilakukan dengan swadaya, dan sama sekali belum ada bantuan dari pemerintah.

Sutriaman berharap, semoga kegiatan ini, menjadi pionir bagi kelompok lainnya yang ada di Kabupaten Pangandaran.

“Jadi, tidak hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah. Mereka (para petani) sudah bisa membuktikan sendiri, contohnya budidaya tanaman cabe baja ini,” ungkapnya.

“Dan kedepannya, tambah Sutriaman, insyaallah kita juga akan memperhatikan para kelompok tani yang mandiri seperti ini,pungkasnya.

(Eris Riswana)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.