Magdalena Zalukhu Korban Penganiayaan Melaporkan RZ di Polres Nias

  • Whatsapp

Nias Utara, 86News.co – Berawal dari Pemecatan Seorang karyawan PT. Sadar Abadi Jaya Toyolawa.

Benisial MZ (25 th) Perempuan warga Desa Moaw6 Kecamatan Lahewa Kabupaten Nias Utara.

Menurut MZ Munculnya permasalahan akibat pemecatan atau pemberhentian saya sebagai karyawan di perusahaan tersebut saya merasa di rugikan,dimana saya kurang lebih 2 (dua) tahun bekerja sebagai bidang administrasi perkantoran Tetapi tidak ada di hargai jasa saya bahkan gaji saya tidak di bayarkan selama 1 (satu) bulan.

Pada saat Pemberhentian saya sepucut surat pun tidak ada dari perusahaan yang di wakili oleh RZ sebagai Maneger PT. Sadar Abadi Jaya Toyolawa kepada saya.

Peristiwa ini terjadi pada hari Kamis 01 Juli 2021,di Kantor PT Sadar Abadi Jaya Toyolawa di dalam Mess.

Akhirnya MZ melaporkan RZ di polres Nias dengan nomor :LP/172/VII/2021/NS tertanggal 02 Juli 2021.

Ketika hal ini di konfirmasi oleh awak media kepada Korban MZ di kediamanya Sabtu 03 Juli 2021, terkait laporannya di polres Nias, MZ menceritakan kepada kru media bahwa saya bekerja di perusahaan itu kurang lebih 2 (dua tahun) sebagai karyawan di bidang Administrasi perkantoran.

Lalu pada Kamis 01 Juli 2021 tanpa saya ketahui apa masalahnya tiba tiba datang Satpam memanggil saya untuk ketemu Maneger RZ di kantor tempat saya bekerja. Sesampai saya di kantor RZ menyampaikan bahwa kamu di berhentikan bekerja sebagai karyawan.

Kemudian RZ mengatakan kepada saya, segera kosongkan perumahan/Mess tempat saya tinggal dan semua barang barangnya di keluarkan.

Kemudian saya bertanya kenapa saya di berhentikan kira kira apa kesalahan saya. Kalau memang perusahaan memberhentikan saya sebagai karyawan di perusahaan ini, saya minta sepucut surat dan semua hak-hak saya di bayarkan.

Namun RZ tidak memberikan surat pemberhentian dan juga tidak membayarkan hak hak saya, tetapi apa yang terjadi terus melakukan tindakan pemaksaan terhadap saya untuk keluar dari perusahaan itu.

Dengan demikian saya bertanya kira kira apa alasan perusahaan saya di suruh keluar dan tanpa basa-basi RZ langsung ambil Martil dan gergaji besi untuk membongkar gembok pintu kamar saya.

Ketika hal itu saya bertanya dan menyampaikan lagi kepada RZ yang di dampingin seorang yang tidak saya kenal tapi berpakaian atribut Langsung keberatan dan saya sampaikan lagi. Pak saya siap di keluarkan dari perusahaan ini jika bapak memberikan surat alasan dasar pemberhentian saya dan segala hak saya sebagai karyawan harus di bayarkan oleh perusahaan.

Namun RZ tidak menghiraukan pertanyaan saya malah di paksa untuk mengeluarkan barang barang saya sehingga terjadi cecokan dan hingga terjatuh saya dan menimbulkan tangan saya sebelah kiri tergores akibat dorongan RS di kamar saya.

Dengan pembuatan RS jelas saya keberatan dan tidak terima atas penganiayaan terhadap saya, maka saya datang di Polsek lahewa pada saat itu, namun Polsek lahewa menyuruh saya untuk membuat laporan langsung di polres Nias dan sebelum saya ke polres Nias, terlebih dahulu saya mengambil Visum di puskesmas lahewa yang di dampingin anggota Polsek lahewa.

MZ membenarkan bahwa benar telah saya melapor di polres Nias Perihal Kekerasan atau penganiayaan terhadap Perempuan dengan nomor :LP/172/VII/2021/NS tertanggal 02 Juli 2021.

“Dan saya berharap kepada pihak polres Nias Untuk memproses laporan saya dengan seadil adilnya demi mendapatkan keadilan,”harapnya

Ketika permasalahan ini di konfirmasi kru media kepada pihak perusahaan melalui Manager PT. Sadar Abadi Jaya Toyolawa Bernisial RZ. Melalui nomor WhatsApp pribadinya, (04/07/2021).RZ Menjelaskan bahwa kejadian itu.

Kami melakukan ketegasan untuk mengeluarkan barang- barang Magdalena dari kamar mess milik perusahaan Pt. Sedar Abadi Jaya di perkebunan Toyolawa pada hari Kamis 1/7/21 sekitar pukul 12.00 WIB.

Alasan : pada tanggal 24 April 2021, kami telah menyampaikan kepada Magdalena bahwa, kami hanya dapat memberi izin tinggal di kamar mess berakhir pada bulan Mei 2021.

“Namun Magdalena tidak mengindahkan ketegasan tersebut sehingga dia tetap menghuni kamar mess itu sampai sekarang,”ujarnya

Kami tidak dapat meneruskan mengeluarkan barang – barangnya pada waktu itu, karena dia menunjukan sikap melawan, mengucapkan ujaran kebencian, menghina dan mengancam, bahkan Magdalena melakukan tindakan kekerasan kepada kami.

“Selain tindakan ketegasan untuk menindak lanjuti pemberhentiannya untuk tidak menghuni Mess yang tidak ada izin kepadanya, juga kami ingin menempatkan karyawan baru di kamar mess tersebut mulai pada hari Kamis 1/7/21, namun hal itu tidak terjadi karena sikap Magdalena yang tidak kondusif,”ungkapnya

Sampai sekarang, karyawan baru tersebut tertunda mendiami kamar mess milik perusahaan dan juga tertunda memulai kerja di perkebunan.

Untuk selanjutnya, kami dapat menyatakan, bahwa tindakan kami tersebut adalah bukan perbuatan Kekeraran atau anarkhis tetapi proses tindak lanjut ketegasan kami untuk mengelola milik atau aset perusahaan yang dipercayakan kepada kami.

Selanjutnya, kami menuntut Magdalena atas perbuatannya melawan hukum, antara lain :

1. Merampas milik perusahaan dengan menghuni kamar mess tanpa izin.

2. Telah melakukan tindakan kekerasan, berujar kebencian, menghina dan mengancam kami.

“Atas perbuatan Magdalena tersebut, kami telah mengalami berbagai kerugian,” tutup RZ. (Fzal)

ARTIKEL YANG DISARANKAN :

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.