Kepala Desa Tegal Sambi, H. Agus Santoso : Tawarkan Rural Tourism

  • Whatsapp

Jepara, 86News.co – Industri pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan bagian dari industri yang terdampak pandemi Covid-19.

Di Indonesia, kebijakan penutupan tempat wisata dan pembatasan mobilitas saat PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali menjadi tantangan bagi pelaku usaha di industri tersebut agar tetap bertahan.

Berkait dengan hal tersebut, salah satu desa yang bersemangat dalam pengembangan sektor Pariwisata, adalah Desa Tegal Sambi Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara.

Menurut Kepala Desa Tegal Sambi H. Agus Santoso. SE pada 86news mengatakan, bahwa Desa kami ini sudah ditetapkan dari pemerintah kabupaten Jepara sebagai salah satu Desa Wisata, oleh karena itu, pihaknya sekarang memang mengembangkan potensi desa dari sektor budaya dan Pariwasata.

“Karena sektor tersebut mempunyai dampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar secara langsung, sehingga dengan harapan, setelah selesai masa pandemi ini, sektor pariwisata yang kita kembangkan ini sudah mampu bersaing dengan tempat wisata lainnya, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat,”tuturnya.

Hal ini lantaran Desa Tegal Sambi yang sudah ditetapkan sebagai desa wisata ini memiliki sejumlah potensi termasuk dijadikan sebagai tempat untuk belajar tentang kearifan lokal.

“Karena dengan fenomena perubahan perilaku pasar hari ini dan pasca-pandemi. Karena Desa wisata adalah tempat yang sangat ideal untuk belajar mengenai kearifan lokal,”jelasnya.

Potensi lain yang dimiliki oleh desa kami sebagai desa wisata adalah relasi kemanusiaan yang ada dalam kegiatan wisata karena adanya hubungan antara warga lokal dengan wisatawan, sambungnya.

Lebih lanjut H. Agus mengatakan, keunikan wisata atau pengalaman wisata yang ditawarkan oleh desa-desa wisata hal yang paling dicari oleh wisatawan pencinta rural tourism, baik itu wisatawan nusantara maupun mancanegara. Karena, rural tourism adalah segala bentuk pariwisata yang menawarkan kehidupan pedesaan, seni dan budaya di lokasi pedesaan.

“Contohnya adalah budaya atau tradisi Perang Obor yang sudah kami miliki, dari tradisi Perang Obor itu, kini sudah tercipta, Tari dan teater Perang Obor, lagu Perang Obor dan Batik Tulis Perang Obor,” Jelasnya.

Mengembangkan potensi budaya tersebut memberi keuntungan kepada masyarakat secara ekonomi dan sosial. Di samping itu, rural tourism juga memungkinkan adanya interaksi antara wisatawan dan penduduk untuk pengalaman wisata yang lebih menarik. Oleh karena itu, perlu kerjasama antara pihak desa, masyarakat dan instansi terkait.

Di akhir perbincangannya ia Juga ingin mengembangkan wisata desanya melalui sebuah ekosistem yang saling terhubung, yaitu fokus pada pemberdayaan sektor pariwisata, Budaya, dan kuliner akan digabung menjadi suatu kesatuan.

“Kami ingin buat suatu ekosistem yang saling terintegrasi agar suatu sektor tidak jalan sendiri-sendiri, Kita ingin bangun dalam suatu ekosistem yang utuh”, ujarnya. (Rudi)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.