PT Sedar Abadi Jaya Diduga Tidak Taat Terhadap UU Ketenagakerjaan

  • Whatsapp

Nias Utara, 86News.co – Baru baru ini PT Sedar Abadi Jaya perkebunan kelapa Toyolawa Viral di berbagai media Sosial.

Hal ini memicu karena terjadinya pemecatan salah seorang karyawan tanpa mendasar, yang di lakukan oleh Menejer An. Rasali zalukhu Mantan Ketua DPRD Nias Utara.

Dimana tindakannya terhadap karyawan An. Magdalena zalukhu yang bekerja sebagai bidang administrasi perkantoran PT Sedar Abadi Jaya selama 2 (dua) tahun 8 (delapan) bulan melakukan tindakan pemecatan tanpa alasan yang jelas.

Akibat dari pemecatan itu terjadi peristiwa kekerasan, dan saat ini sedang di proses oleh pihak polres Nias berdasarkan laporan Magdalena zalukhu (korban).

Perlu di jelaskan, kebun kelapa ini adalah salah satu peninggalan Belanda dan pada hakekatnya yang namanya  perusahaan/perkebunan peninggalan penjajah menjadi hak milik negara.

Kalau di perkirakan Perkebunan ini sudah puluhan tahun dikuasai/disewa kepada pemerintah oleh keluarga Yusri Zebua. Dan setelah berakhirnya kontrak.

Kemudian beralih ke tangan salah seorang warga WNI keturunan di Medan dan itulah yang menguasai sampai sekarang.

Jadi perkebunan ini adalah milik negara dibawah kementerian BUMN. Jadi perusahaan ini tidak bayar pajak ke Pemkab Nias Utara tetapi kepada pemerintah pusat.

Menanggapi Kejadian di atas ketua DPD Gemantara Raya kepulauan Nias Febeanus zalukhu Mengatakan bahwa kami sebagai masyarakat Nias Utara menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Nias Utara, agar Perkebunan Kelapa Toyolawa yang dikelola PT. Sedar Abadi Jaya Pertama : supaya sesegera mungkin diberlakukan UU ketenagakerjaaan dan Termasuk Jamsostek kepada para karyawan.

Selanjutnya, Pajak harus ditagih sebagai Kewajibannya kepada Negara, Jika tidak maka terjadi kesemena-menaan terhadap karyawan apalagi buruh lepas.

“Dan juga seakan akan perkebunan itu milik pribadi. Milik pribadipun harus membayar pajak. Apalagi kalau statusnya Sudah Perseroan Terbatas (PT),”Ungkap febeanus”

Tambah febeanus “kalau memang benar milik Negara lalu kenapa tidak di berlakukan UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan,”Tanya febeanus.

Maka hal ini di minta kepada pihak Disnakerkop pusat untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap PT. Sedar Abadi Jaya sebelum karyawan di perusahaan tersebut dijadikan budak tanpa jasa. (Tim)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.