Risman Harefa Melaporkan Pencemaran Nama Baik Yang Diduga Dilakukan Oleh Akun FB Arif

  • Whatsapp

Jakarta, 86News.co – Akun palsu (fake account) akhir-akhir ini menjamur di media social facebook, pemilik akun palsu semakin didepan dan kadang tidak pilih bulu menyerang siapapun korbannya. Termasuk Risman Harefa yang akhir-akhir ini yang menjadi salah satu korbannya yang di serang oleh akun palsu. Rabu (06/10/2021).

Risman Harefa dalam keterangan persnya menyampaikan kepada awak media bahwa dalam beberapa hari terakhir dengan masif akun palsu terus menyerang pribadinya, menyikapi hal tersebut risman telah tegas memberikan teguran di media social namun pemilik fake account terus melancarkan aksinya dengan brutal.

“Saya sudah mengingatkan beberapa kali di media social kepada pemilik fake account mas, malah hal tersebut terus merangsang pemilik fake account melancarkan aksinya yang jelas berpotensi pidana,”ungkap Risman

Lanjut Risman Harefa atas peristiwa tersebut pihaknya telah melakukan Pelaporan di Polda Metro Jaya, “Hal tersebut sudah kita laporkan di Polda Metro Jaya berikut semua bukti-bukti sudah kita serahkan ke Unit Cyber, mari kita tunggu saja proses lebih lanjut. Tegas Risman Harefa

Sementara itu Winter Zernih Lase, S.H.,M.H. yang merupakan Founder dari WRP Law Office, yang juga mendampingi Pelapor sangat menyayangkan kelakuan akun-akun palsu tersebut.

“Saya secara pribadi sangat menyayangkan perbuatan akun palsu tersebut karena secara langsung hal itu juga merugikan Firma Hukum Kami, Kita percayakan kepada Aparat Penegak Hukum untuk melakukan tindakan tegas kepada pemilik akunnya. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat marilah bermedia social dengan bijak.” Ujar Winter

Berdasarkan pemantauan awak media di Polda Metro Jaya diketahui Pelapor didampingi oleh banyak Penasehat Hukum, salah satu di antaranya Yarman Hulu, S.H. saat dikonfirmasi oleh awak media membenarkan bahwa laporan tersebut sudah di terima.

“Benar bang perkara tersebut sudah di laporkan langsung oleh saudara Risman di Polda Metro Jaya dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B/4928/X/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA, tertanggal 05 Oktober 2021 atas dugaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) Jo. Pasal 45 ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Perubahan Atas Undang-undang Republik Indonesia Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman dipidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah). Tutup Yarman (Red)

ARTIKEL YANG DISARANKAN :

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.