KP3 : Ini Negara Hukum Bukan Negara Barbar, Tindak Tegas Premanisme Polisi

  • Whatsapp

Jakarta, 86News.co – Ade Adriansyah,SH selaku Direktur Eksekutif KP3 mengatakan dalam release nya, ” Atas nama Presisi bukan cuma minta maaf tapi mundur kalian dari jabatan yang kalian emban . Kamis/14 Oktober 2021.

“Kapolda Banten, Kapolresta Tangerang karena secara moral dan etik tidak mampu untuk melaksanakan tugas dan mencederai rakyat terutama mahasiswa,ini Negara hukum bukan Negara bar bar .

Ade yang biasa di sapa Abah AAU Tegas mengatakan,” Kapolri harus tindak dan bersihkan Polri dari arogansi premanisme di instansinya .

Kalau mau jadi jagoan jangan jadi polisi .

Seperti di ketahui bersama, viral di media sosial video aksi ‘smackdown’ yang dilakukan oknum polisi kepada mahasiswa yang sedang unjuk rasa di Pemkab Tangerang.

KP3 mengecam perlakuan aparat kepada kawan-kawan mahasiswa yang sedang melakukan aksi damai,”

Abah AAU meminta polisi mengusut tuntas peristiwa tersebut dan memberikan sanksi tegas terhadap pelaku. Polisi harus menjamin aksi ‘smackdown’ itu tidak terulang lagi.

“Polisi harus mengusut tuntas peristiwa ini, memberikan sanksi tegas kepada pelaku dan menjamin perlakuan yang sama tidak terulang kembali,” ujarnya.

Dalam video yang beredar, terlihat kericuhan saat demo berlangsung. Sejumlah polisi dan mahasiswa terlibat aksi dorong-dorongan. Salah satu polisi PHH terlihat mengamankan pendemo berambut sebahu. Oknum polisi itu memiting leher pendemo dan tiba-tiba membanting tubuhnya ke lantai.

Tidak lama kemudian, pria itu terlihat kejang-kejang. Polisi lain mencoba membangunkan dan menyadarkan pendemo tersebut.

Adapun demo tersebut berlangsung , Rabu siang, 13 Oktober 2021. Demo sekelompok mahasiswa itu bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Kabupaten Tangerang ke-389.

Kondisi Pendemo Dinyatakan Sehat
Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintono membantah adanya kekerasan aparat dalam pengamanan demo tersebut. Namun Wahyu menyatakan mahasiswa tersebut dalam kondisi sehat.

“Kondisinya masih sehat. Semua yang diamankan masih dilakukan swab dan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Wahyu Bintono saat dimintai konfirmasi wartawan, Rabu (13/10).

Wahyu mengatakan pihaknya juga membawa yang bersangkutan ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis. Wahyu mengatakan kondisinya bisa berjalan.

“Yang bersangkutan akan kita bawa ke RS untuk dilakukan pemeriksaan medis. Saya hanya memberikan info bahwa yang bersangkutan masih bisa jalan,” ujar Wahyu.

Lebih lanjut, Wahyu mengimbau masyarakat agar tidak terpancing informasi hoax.

“Jangan terpancing dengan berita hoax. Mari sama-sama tabayyun, tugas kita sama memberikan pelayanan kepada masyarakat memberikan edukasi yang baik,” jelasnya.

Wahyu menambahkan, pihaknya telah melakukan apel sebelum pengamanan demo tersebut. Ia mengatakan pihaknya akan memberikan tindakan tegas jika ada oknum yang terbukti melanggar SOP.

“Sudah kita APP (beri pengarahan) dengan baik, masih ada perilaku oknum yang tidak baik tentu akan kita tindak tegas. Secara internal tetap akan saya evaluasi, Tim Propam akan melakukan evaluasi terhadap SOP mengamankan massa,” tuturnya.

“Kapolri harus menindak tegas tindakan premanisme tersebut, karena secara moral tidak mampu melakukan tugas nya, dan KP3 tegas katakan sekalipun ada permintaan maaf , perbuatan tetap kriminal dan tidak patut dilakukan. Dan tanggung jawab tetap pada pimpinan serta pelaku itu sendiri. Lebih baik mundur kalian dari jabatan yang kalian emban,” tutup Ade. (AW)

ARTIKEL YANG DISARANKAN :

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.