Tembak Warga Secara Sporadis, Badko HMI Mal-Malut Minta Kapolri Evaluasi Kapolda dan Kapolres

  • Whatsapp

Maluku, 86News.co —  Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Maluku-Maluku Utara, M. Tahir Wailissa menyayangkan aksi penembakan sporadis aparat kepolisian kepada warga Tamilouw Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku.

“Jadi aparat kepolisian itu ingin menangkap para terduga pembakaran kantor pemerintahan Tamilouw Kabupaten Maluku Tengah. Namun yang harus dicatat bahwa, inikan persoalan awalnya adalah, ribut soal penebanagan pohon. Kemudian Polisi datang menggunakan 2 Unit Barakuda, 1 Unit Water Cannon, 6 Unit Mobil Truck Perintis. Jumlah mobilnya itu ada sekitar 24 unit, itu dengan senjata lengkap,” kata Tahir dalam keterangan tertulis, seperti diterima redaksi, Kamis (09/12).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Menurut Tahir, penembakan sporadis yang dilakukan anggota Kepolisian di Polres Maluku Tengah Wilayah Hukum Polda Maluku, pada 7 Desember 2021 kemarin, dinilai tidak tepat dan dianggap tidak manusiawi. Akibat kejadian tersebut, ada sebanyak 18 orang yang terkena tembak.

“Kalau kita bicara soal Kemanusiaan, tentu dengan adanya tindakan tempo hari itu, aparat kepolisian di Maluku jelas tidak manusiawi. Tentu dalam hal ini, HMI Maluku-Maluku Utara, dengan tegas meminta agar Kapolri segera mengambil langkah.” terang Tahir.

HMI Maluku-Maluku Utara, kata Tahir menambahkan bahwa, dalam hal ini juga mempertanyakan terkait tagline Presisi yang dikampanyekan Kapolri selaku kepala Keamanan Negara. “Kami dalam hal ini dengan hormat menagih janji Kapolri soal Presisi. Kami juga meminta agar, Kapolri segera mengambil langkah, dan segera mengevaluasi jajaran aparat kepolisian di Maluku, dari mulai Polres sampai Polda.” tambahnya

Berikut ini adalah korban penembakan aparat kepolisian Maluku yang dilakukan kepada warga di Kabupaten Maluku Tengah.

1. Kusnadi Lesipella (45 Tahun, Luka Sobek Pada Tangan Karna Tembakan)
2. Burhanudin Tomagola (35 Tahun, Luka dada dan pinggang karna temakan)
3. Ny. Masjuni Tomagola (65 Tahun, Luka Tembak pada dada)
4. Risal Ohello (34 Tahun, Luka Tembak)
5. Ny. Nursalati Wakano (55 Tahun, Luka Tembak pada leher)
6. Safril Pawae (24 Tahun, Luka Tembak padab Paha)
7. Rabian Letsoin (27 Tahun, Luka Tembak pada Kepala Bagian Belakang dan Pinggang Bagian Kanan)
8. Muhibat Lessy (51 Tahun, Luka Tembak)
9. Arham Samallo (45 Tahun, Luka Tembak pada Dada Kanan)
10. Samlissa Waleuru (36 Tahun, Luka Tembak)
11. Sardin Ode (27 Tahun, Luka Tembak)
12. Rauf Pawae (32 Tahun, Luka Tembak)
13. M. Yusuf Samallo (Luka Tembak)
14. Samsul Risahondua (27 Tahun, Luka Tembak)
15. Ujud Samallo (43 Tahun, Luka Tembak)
16. Ismawan Pawae (Luka Tembak bagian Paha)
17. La Ode (Luka Tembak pada Tangan)
18. Rusdi (30 Tahun, Luka Tembak)

(Red/Haji Merah)

ARTIKEL YANG DISARANKAN :

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.