Diduga Ada Jual Beli Jabatan dan Penyalahgunaan Wewenang, Mahasiswa Labuhanbatu Selatan Jakarta Demo KPK

  • Whatsapp

Jakarta, 86News.co — Sejumlah mahasiswa yang terhimpun dalam Mahasiswa Pejuang Rakyat Labuhanbatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (30/06) di Jl. Kuningan, Jakarta Selatan.

Kedatangan mahasiswa Labuhanbatu ke Gedung Merah Putih ini, dalam rangka mendesak dan meminta KPK, untuk melakukan monitoring, atas adanya dugaan Penyalahgunaan Wewenang dan Jual Beli Jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Daerah Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Koordinator Aksi Mahasiswa Pejuang Rakyat Labuhanbatu, Putra mengatakan, pihaknya bersama masyarakat Labuhanbatu meminta agar KPK segera membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk memonitoring kinerja Pemda Labuhanbatu, terkait adanya dugaan penyalahgunaan wewenang dan dugaan jual beli jabatan.

“Kami meminta dan mendesak KPK agar segera membentuk tim Satgas Khusus untuk melakukan monitoring kelapangan, terkait dugaan penyalahgunaan kekuasaan dan dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintahan Labuhanbatu Selatan, karena adanya kejanggalan hingga saat ini belum adanya penjelasan dari pihak terkait, agar terwujudnya supremasi hukum di tengah masyarakat.” kata Putra, dalam orasinya.

Putra menambahkan bahwa, pihaknya menyampaikan informasi kepada KPK bahwa, di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara saat, ada indikasi kuat, bahwa telah terjadi jual beli jabatan di lingkungan ASN dan penyalahgunaan wewenang (Abuse Of Power) di lingkungan Pemerintahan Daerah Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara.

“Perlu kami sampaikan dan informasikan bahwa dalam menyikapi berbagai persoalan yang terjadi di tengah-tengah kehidupan masyarakat Kabupaten Labuhanbatu Selatan saat ini, ada masalah perkara pemberhentian tenaga honor (kontrak) semena-mena.” terangnya.

“Pemutasian ASN, dan diduga adanya penyalahgunaan kekuasaan (Abuse Of Power) didalam keputusan tersebut, serta dugaan jual beli jabatan hingga patut diduga adanya indikasi kasus korupsi di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Sehingga banyak mengundang perhatian serta pertanyaan dari publik saat ini,” ungkap Putra.

Oleh karenanya, kata Putra, Mahasiswa Pejuang Labuhanbatu mendorong dan mendujung penuh, Aparat Penegak Hukum (APH) dan KPK untuk segera melakukan monitoring dalam mengungkap segala permasalahan di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara.

“Maka kami selaku mahasiswa mendorong dan mendukung penuh pihak Aparat Penegak Hukum (APH) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia untuk melakukan monitoring dalam pengungkapan terkait permasalahan diatas, karena diduga Bupati Labuhanbatu Selatan ikut terlibat.” jelasnya.

“Kami mendesak KPK RI agar segera memanggil dan memeriksa Bupati Labuhanbatu Selatan atas persoalan yang saat ini terjadi dilapangan agar beliau dapat mempertanggung jawabkan baik secara moril dan hukum kepada masyarakat,” Terangnya. (Haji Merah)

ARTIKEL YANG DISARANKAN :

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.