Mahasiswa Nilai, Pengangkatan dan Pemberhentian Pejabat Pemda Labuhanbatu Selatan Syarat KKN

  • Whatsapp

Jakarta, 86News.co — Mahasiswa Pejuang Labuhanbatu, menggelar aksi demontrasi di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (30/06) di Jl. Kuningan, Jakarta Selatan. Mereka meminta agar, KPK segera melakukan monitoring khusus kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara.

Desakan pada KPK itu disuarakan mahasiswa karena, adanya indikasi dugaan Jual Beli Jabatan dan Penyalahgunaan Wewenang atau Abuse Of Power di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Sejumlah mahasiswa yang terhimpun dalam Mahasiswa Pejuang Rakyat Labuhanbatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (30/06) di Jl. Kuningan, Jakarta Selatan.

Kedatangan mahasiswa Labuhanbatu ke Gedung Merah Putih itu, dalam rangka mendesak dan meminta KPK, agar segera melakukan monitoring, atas adanya peristiwa pemberhentian dan pengangkatan pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrasi dan pejabat pengawas di lingkungan pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara.

Koordinator Aksi Mahasiswa Pejuang Rakyat Labuhanbatu mengatakan, mekanisme pemberhentian maupun pengangkatan pejabat di lingkungan Pemda Kabupaten Labuhanbatu Selatan, dinilainya syarat akan dugaan jual beli jabatan dan penyalahgunaan wewenang atau abuse of power.

“Dalam Peraturan BKN No. 5 Tahun 2019 tentang tata cara pelaksanaan mutasi ASN SK Bupati Labuhanbatu Selatan No. 821.24/95BKD/III/2022 tentang pemberhentian dan pengangkatan pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator dan pejabat pengawas di lingkungan pemerintah Kabuapaten Labuhanbatu Selatan.” terangnya.

“SK Bupati Labuhanbatu Selatan No. 821.24/145/BKPSDM/II/2022 Tentang Pemberhentiaan dan pengangkatan administrator dan pejabat pengawas di lingkungan pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan. PP RI No. 11 Tahun 2017 tentang menajemen pegawai negeri sipil,” jelasnya

“Jika tuntutan kami ini tidak diakomodir, maka kami dari Mahasiswa Pejuang Rakyat Labuhanbatu Raya-Jakarta akan melakukan gerakan berkelanjutan dengan membawa masa yang lebih besar dan juga akan melibatkan stakeholder gerakan mahasiswa lainnya hingga persoalan ini berjalan sampai tuntas” tegas Putra. (Haji Merah)

ARTIKEL YANG DISARANKAN :

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.