Uang Palsu Beredar di Pangandaran, 6 Warga Bandung Diamankan Polisi

  • Whatsapp

PANGANDARAN, 86News.co – Polres Pangandaran melalui Tim Satreskrim berhasil mengungkap kasus peredaran uang palsu (Upal) dengan pelaku warga Bandung Jawa Barat.

Diketahui, sejumlah 6 orang pelaku yang di amankan Polisi dengan sejumlah barang bukti uang palsu, alat print dan yang lain lainnya.

Kasat Reskrim Polres Pangandaran AKP Herman mengatakan, yang di amankan adalah warga bandung jawa barat.

“Satreskrim Polres Pangandaran telah mengamankan 6 tersangka kasus peredaran uang palsu, dan untuk memastikan uang palsu itu, Polres Pangandaran bekerjasama dengan BI Cabang Tasikmalaya,” ucapnya saat konferensi pers di Polres Pangandaran, Jumat 17 November 2023.

Ke 6 pelaku tersebut, kata Herman, untuk mengedarkannya dari mulai Kecamatan Cimerak hingga Kecamatan Pangandaran, dengan menyasar ke warung-warung kecil.

Menurutnya, untuk modus pelaku dengan cara berbelanja atau membeli rokok dan BBM, dengan menggunakan kendaraan mobil yang saat ini juga di amankan.

“Dan barang bukti yang diamankan diantaranya, pecahan uang Rp 100 ribu, kemudian Rp50 ribu, Rp10 ribu dan Rp5 ribu beserta mesin cetak printer,” kata Herman.

Kalau untuk Barang Bukti uang yang di amankan sebesar Rp15 juta, mudah mudahan tidak sampai marak dengan peredaran uang palsu di wilayah Pangandaran, apalagi pangandaran lokasi obyek Wisata.

“Dan kedepannya, Kami akan terus monitor, yang di takutkan masih ada jaringan jaringan yang sama dengan melakukan penyebaran uang palsu di pangandaran,” tegasnya.

Lanjut herman latar belakang korban menurut KTP itu, ada tidak bekerja dan buruh harian lepas.

“Hukuman yang Barang bukti yang diamankan di antaranya pecahan uang Rp 100 ribu, kemudian Rp 50 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5 ribu, mesin cetak printer.

Kemudian alat potong, uang palsu yang masih lembaran di kertas putih, cutter, gunting, penggaris dan peralatan lainnya.

“Jumlah nominal uang palsu tersebut, yaitu sebesar Rp 15 juta. Pelaku merupakan warga Bandung,” katanya.

Untuk acamannya terkena pasal 36 ayat 1, ayat 2 yakni pidana maksimal 10 tahun, denda maksimal Rp 10 miliar. Kemudian di pasal 36 ayat 3, pidana maksimal 15 tahun, denda maksimal Rp 15 miliar,” pungkasnya. (Eris)

ARTIKEL YANG DISARANKAN :

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.