Gapoktan Srijaya Sari Gelar Rapat Anggota Tahunan Tahun 2024

Berita, Uncategorized177 Dilihat
banner 468x60

Tasikmalaya, 86news.co – Gapoktan Srijaya Sari menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun 2024 bertempat di halaman Kantor desa Banyurasa Kecamatan Sukahening Kabupaten Tasikmalaya.

Gapoktan ini terdiri dari Empat (4) kelompok tani yang ada di desa Banyurasa. RAT tersebut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Nanang Romli, Kasi Kelembagaan Petani Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya Ujang Rukman, Kepala desa Banyurasa Lalan Ruslan, Babinsa desa, Pengurus dan Anggota Gapoktan Srijaya Sari. Senin,(22/1/24).

banner 336x280

Tujuan RAT sendiri adalah pertanggungjawaban pengurus kepada anggota dalam menjalankan tugasnya, bentuk pertanggungjawaban tersebut dituangkan dalam sebuah laporan serta untuk mengevaluasi dan menilai kinerja selama satu tahun kerja seluruh penguruh Gapoktan.

Usai RAT, Kasi Kelembagaan Petani Kabupaten Tasikmalaya Ujang Rukman saat ditemui mengatakan, RAT ini forum tertinggi di Gapoktan, dimana RAT ini adalah sebuah kewajiban yang harus dilakukan oleh Gapoktan untuk mengukur kinerja para pengurus,terutama dari sisi kelembagaan usaha keuangan.

Forum ini bagai mana merencanakan kebijakan-kebijakan yang ada di Gapoktan kedepan, sehingga Gapoktan ini lebih maju baik dari kelembagaan maupun keuangan.Yang palingpenting juga bagai mana penguatan kapasitas kelompok tani KWT, gapoktan dari sisi sumber daya manusia, karena kunci utama kemajuan sebuah kelembagaan petani adalah di SDM.Ungkapnya

“Kita berharap juga dari Dinas Pertanian terutama penyuluh nanti dilakukan pembinaan rutin supaya setiap Gapoktan mungkin bukan di desa ini saja yang maju tapi desa-desa yang lain juga diharapkan menjadi maju,”

“Terkait pupuk, itu ada bidangnya yang menanganinya terutama PSP, indag. Sebetulnya Dinas Pertanian tugasnya menginput data tentang kebutuhan pupuk dimasing-masing petani, kelompok tani kemudian diinput dibentuk dalam satu domumen LDKK Pupuk bersubsidi, lalu dilayangkan ke distributor nanti yang akan mengirimkan pupuk lewat kios resmi,”

Menurutnya,Beberapa kendala memang banyak sekali,salah satunya kelangkaan pupuk, harga pupuk yang tinggi dipasaran.Kuota pupuknya dari Pemerintah pusat itu dikurangi jatahnya, kalau dulu kurang lebih tiga kintal, sekarang kurang lebih 150.

Lanjutnya lagi, “kios resmi itu wajib HET tidak boleh lebih tinggi dari pada HET, cuma memang kadang kala ada biaya angkut, itu diserahkan ke masing-masing kelompok tani, sehingga kadang jatuhnya lebih tinggi karena itu biaya angkut”.pungkasnya

” Alhamdulillah dari 2011 Program PUAP Kades terdahulu Nanang Romli Rp 100 juta sekarang sudah menjadi Rp 480 juta tersebar diseluruh Gapoktan yang ada di 5 kelompok di wilayah desa Banyurasa,” Ungkap Kepala desa Banyurasa Lalan Ruslan.

Lalan berharap kedepan, mudah-mudahan dari Dinas terkait (Dinas Pertanian) ada lagi suntikan modal atau Program PUAP untuk bisa menganggarkan lagi, Alhamdulillah udah hampir 11 tahun berjalan dengan lancar. Pungkasnya.

(bd86)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *