Operasi Pekat I Musi 2024, Tim Eagle Sat Resnarkoba Polres Mura Gagalkan Peredaran Narkoba

Berita, Uncategorized497 Dilihat
banner 468x60

Musi Rawas, 86News.co – Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) I Musi Tahun 2024 digelar Polres Musi Rawas (Mura) Polda Sumatera Selatan (Sumsel) mulai membuahkan hasil.

Hal ini terbukti petugas yang tergabung dalam Tim “Eagle” Sat Resnarkoba berhasil menggagalkan peredaran narkoba seberat 25,60 gram.

banner 336x280

Barang haram jenis sabu-sabu dapat merusak anak bangsa ini diamankan dari tersangka Khoiru Maksum (22), warga Desa L Sidoharjo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Mura, Jumat (08/03/2024) pukul 20.30 WIB.

“Tersangka ditangkap berdasarkan laporan polisi Lp-A/ 12 / II /2024/SPKT.SATRESNARKOBA/RES MURA/ SUMSEL,”ujar Kapolres Mura AKBP Andi Supriadi SH, SIK, MH, melalui Kasat Resnarkoba, AKP Muhammad Romi didampingi Kanit Narkoba, Ipda Vherry Andora sebagaimana dirilis Kasi Humas Polres Mura, Iptu Herdiansyah, Sabtu (09/03/2024).

Dijelaskan, penangkapan tersangka bermula saat anggota mendapat laporan oleh warga, bahwa ada pelaku sering menyimpan sekaligus melakukan transaksi jual beli narkotika jenis sabu.

Kemudian dilakukan penyelidikan dan diketahui pelaku berada di Kelurahan B Srikaton, Kecamatan Tugumulyo. Lalu tanpa buang waktu melakukan penyelidikan dan snggota meringkus tersangka.

Saat dilakukan pengeledahaan, ditemukan BB diantaranya, satu buah plastik warna hitam yang didalamnya terdapat, satu buah kotak merk DEAD RABBIT RTA 3 warna hitam orange yang didalamnya berisikan, 8 (delapan) bungkus plastik klip transparan ukuran sedang yang berisikan kristal putih diduga narkotika jenis sabu seberat 25,60 gram, BB tersebut ditemukan di dalam saku depan sebelah kiri celana pendek warna cokelat tanpa merk yang dipakai pelaku pada saat penangkapan dan pelaku mengakui seluruh barang bukti tersebut adalah miliknya.

“Saat dilakukan introgasi anggota, tersangka mengakui perbuatannya,” jelasnya.

Tersangka melanggar Pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) UU RI NO. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman minimal 4 (empat) tahun dan maksimal 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah).

“Saat ini tersangka, masih dilakukan pendalaman, sejauh mana yang bersangkutan terlibat dengan barang haram tersebut,” pungkasnya . (Rif’at Achmad)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *