DPPKBPPPA Garut Gelar Workshop Perlindungan Khusus Anak Di Satuan Pendidikan

Berita395 Dilihat
banner 468x60

GARUT,86News.co– Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut menggelar Workshop Perlindungan Khusus Anak di Satuan Pendidikan, Rabu (27/03/2024). Kegiatan ini dihadiri oleh para siswa Tsanawiyah dan Mualimin Persis Rancabogo, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Menurut Kepala Bidang Perlindungan Anak (PA) DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Budi Kusmawan, kegiatan ini bertujuan untuk melindungi para pelajar dari berbagai risiko, seperti bullying, pernikahan di bawah umur, kekerasan di lingkungan pendidikan, dan pemahaman bijak bermedia sosial. Budi juga menyatakan bahwa hingga saat ini, 22 sekolah setingkat SMP/SMA telah menerima sosialisasi terkait hal ini.

banner 336x280

“Berdasarkan tugas dan fungsi kita di bidang perlindungan anak-anak, kegiatan ini dilakukan secara preventif melalui sosialisasi,” ujar Budi.

Budi juga menjelaskan bahwa sekolah dipilih sebagai tempat kegiatan ini karena kemudahan dalam mengumpulkan anak-anak dan adanya kerjasama dengan Dinas Pendidikan serta KCD wilayah 11 yang menaungi SMA/SMK.

Selain itu, melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, telah dibentuk Satgas Perlindungan Anak dan Kekerasan di satuan pendidikan untuk mewujudkan konsep sekolah ramah anak.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dari Tim Terpadu Perda Anti Maksiat di Kabupaten Garut, Deden Suparman, mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah antisipasi terhadap perilaku menyimpang yang semakin meningkat. Ia menekankan pentingnya memberikan edukasi kepada generasi muda untuk menghindari perilaku-perilaku negatif tersebut.

Muhammad Raya Dilaga, salah satu peserta workshop, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengetahuan baru tentang bijak bermedia sosial, cara mengatasi perundungan di sekolah, dan berbagai bentuk bullying. Ia berharap kegiatan ini dapat mengubah pola pikir pemuda dan meningkatkan kualitas SDM pemuda Indonesia serta mengurangi praktik bullying di sekolah.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih baik kepada pelajar serta membantu mereka untuk menghindari perilaku-perilaku negatif yang dapat mengganggu perkembangan dan masa depan mereka.( Budi Jaya )

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *