Resmi, DPD LSM TAMPERAK MADINA Laporkan APS Dan Kasek SDN, SMPN di Kecamatan Siabu

Berita, Uncategorized246 Dilihat
banner 468x60

Madina, 86News.co – Dugaan Pungutan liar (Pungli) serta gratifikasi yang dilakukan secara berjamaah oleh oknum-oknum kepala sekolah SDN dan SMPN di kecamatan Siabu serta Aliansi Pers Siabu (APS) resmi dilaporkan ketua DPD LSM TAMPERAK Madina Muhammad Yakub Lubis ke polres Madina, Senin, (01/04/2024).

Laporan itu diserahkan di bagian seksi umum (Sium) polres Madina dengan nomor laporan: 680/Lp/LSM/TAMPERAK/Madina/IV/2024.

banner 336x280

Ditengarai terbentuknya aliansi pers Siabu (APS) yang tidak melibatkan seluruh pers yang berdomisili atau bertugas di kecamatan Siabu. Mirisnya, para kepala sekolah sudah mengumpulkan sejumlah uang dengan jumlah yang bervariasi antara 200-400 rupiah per kepala sekolah yang diserahkan kepada oknum ketua APS yakni AS.

“Nilai uang tersebut bervariasi antara 200-400 ribu rupiah per kepala sekolah dari sekitar 50 sekolah se-kecamatan Siabu. Diperkirakan uang itu sudah terkumpul semua atau sebagian kecil yang belum terkumpul” ungkap Yakub

Dugaan laporan tersebut meliputi:
1. Melakukan pengutipan uang kepada kepala sekolah melalui panitia tanpa dimusyawarahkan dengan pengurus APS di kecamatan Siabu,
2. Dugaan gratifikasi: sumber dana bos menerima sejumlah uang tanpa tanda MOU dengan oknum-oknum wartawan se-kecamatan Siabu,
3. Dugaan pungli: mengumpulkan sejumlah uang dari berbagai sekolah SDN dan SMPN di kecamatan Siabu kurang lebih 50 instansi tanpa melakukan musyawarah dan MOU,
4. Diduga legalitas APS tidak jelas.

Diterangkan Yakup, Jerat hukum pungli dalam KUHP, pelaku pungli dijerat dengan Pasal 368 ayat 1. Siapapun yang mengancam atau memaksa orang lain untuk memberikan sesuatu terancam pidana penjara paling lama sembilan tahun.

“Dugaan kami ini sudah sarat pungli dan akan laporkan kepada pihak yang berwajib. Tidak ada sentimen dalam hal namun sebagai sosial kontrol inilah pungsi kami. Jangan dijadikan ajang seperti ini dengan berbagai modus untuk kepentingan sendiri atau golongan” timpalnya

Laporan itu diantar Pembina komite wartawan republik Indonesia (KWRI) Todung Mulia Lubis bersama Tim.

” Alhamdulillah surat itu sudah sampai di bagian SIUM polres Madina, kami mengantar surat itu bersama Tim. Semoga laporan ini segera diproses dan ditindaklanjuti ” ujar Todung

Todung yang juga merupakan wartawan yang berasal dari kecamatan Siabu menyampaikan agar bapak Kapolres Madina segera melakukan upaya hukum terkait kasus tersebut.

” Saya merasa ini suatu penghinaan terhadap wartawan di kecamatan Siabu dan lainnya. Anehnya lagi saat oknum ketua APS ini di konfirmasi Tim terkesan angkuh dan silahkan melaporkan” lanjutnya

Todung meminta kepada Kapolres Madina segera tindak kasus ini agar tidak terjadi hal yang serupa yang bisa mencoreng lembaga kewartawanan yakni pilar ke 4 berdemokrasi. (Maruba)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *