TWA Bukan Lagi Tujuan Utama Para Wisatawan, Ketua DPRD Asep Perlu Penataan Yang Serius Biar Bisa Bersaing

banner 468x60

PANGANDARAN, 86News.co – Bukan lagi tempat paporit bagi para pengunjung, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, menyoroti permasalahan pengelolaan Taman Wisata Alam (TWA) Pangandaran yang mulai kehilangan daya tarik bagi wisatawan.

Asep menyampaikan keprihatinannya terkait penurunan kunjungan wisata ke TWA Pangandaran di Balai BKSDA Pangandaran, Selasa 14 Mei 2024.

banner 336x280

“Dahulu, orang yang berkunjung ke Pangandaran pasti akan menyempatkan diri ke TWA. Kini, TWA Pangandaran bukan lagi destinasi prioritas, kalah bersaing dengan tempat wisata seperti Green Canyon, Citumang, dan Santirah,” kata Asep.

Perubahan Pengelolaan TWA Asep menjelaskan bahwa sebelumnya TWA Pangandaran dikelola oleh BKSDA. Namun, setelah adanya perubahan regulasi, IPPKH (Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan) diberikan kepada Perhutani. Menurutnya, pengelolaan oleh Perhutani dan pihak ketiga kurang serius, sehingga menghambat pengembangan TWA.

“Saya melihat Perhutani tidak serius dalam mengelola TWA Pangandaran. Akibatnya, sulit untuk mengembangkan TWA ketika dikelola oleh Perhutani dan pihak ketiga,” ujarnya.

Kendala Manajemen Pengelolaan Asep menduga bahwa penurunan kunjungan wisata ke TWA Pangandaran disebabkan oleh kurangnya pemahaman dalam manajemen pengelolaan. Hal ini berdampak pada menurunnya minat wisatawan untuk mengunjungi TWA.

“Artinya, ada kendala dalam pengembangan. Padahal, TWA seharusnya menjadi salah satu destinasi unggulan yang mampu menarik perhatian pengunjung,” tegas Asep.

Tantangan Menarik Kembali Wisatawan
Saat ini, daya tarik TWA Pangandaran mulai memudar. Banyak wisatawan yang datang ke Pantai Pangandaran hanya untuk bermain pasir dan air, tanpa tertarik mengunjungi TWA. Asep menggarisbawahi pentingnya upaya serius dalam mengelola dan mempromosikan TWA agar kembali diminati oleh wisatawan.

“Daya tarik TWA Pangandaran sudah mulai pudar. Wisatawan lebih memilih berwisata di Pantai Pangandaran daripada masuk ke TWA,” ungkapnya.

Strategi Meningkatkan Kunjungan Wisata ke TWA Pangandaran Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan strategi yang efektif dalam meningkatkan kunjungan wisata ke TWA Pangandaran. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:

1. Revitalisasi Fasilitas Wisata: Meningkatkan kualitas fasilitas di TWA untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi wisatawan.

2. Promosi Intensif: Melakukan kampanye promosi yang masif untuk memperkenalkan kembali TWA Pangandaran sebagai destinasi wisata yang menarik.

3. Kolaborasi dengan Pihak Swasta: Menggandeng pihak swasta untuk berinvestasi dalam pengembangan TWA, sehingga dapat meningkatkan daya tarik dan fasilitas yang ditawarkan.

4. Pelatihan Manajemen: Memberikan pelatihan kepada pengelola TWA agar memiliki pemahaman yang lebih baik tentang manajemen destinasi wisata.

5. Inovasi Produk Wisata: Menciptakan produk wisata baru yang unik dan menarik untuk menambah daya tarik TWA Pangandaran.

Pengelolaan yang kurang optimal telah menyebabkan penurunan kunjungan wisata ke TWA Pangandaran. Untuk mengatasi hal ini, perlu adanya upaya serius dan strategi yang tepat dalam mengelola dan mempromosikan TWA.

Dengan langkah-langkah yang tepat, TWA Pangandaran dapat kembali menjadi destinasi wisata yang diminati oleh wisatawan, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah.

(eris)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *