Dugaan Pemalsuan Surat Tanah Garapan di Desa Kohod Kab Tangerang, Sidangnya Terpaksa Ditunda

banner 468x60

Tangerang, 86News.co – Dua saksi ahli hukum pidana tak hadir di Persidangan Pengadilan Negeri (PN) Kota Tangerang dalam kasus dugaan pemalsuan surat tanah garapan seluas 500 hektar di Desa Kohod, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Selasa (14/05/2024).

Dua saksi ahli tersebut yaitu Dr. Alfitra, SH, M.Hum dan Prof. Jamin Ginting, SH, MH, M.KN tidak hadir memenuhi undangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eva Silaban, SH.

banner 336x280

Terpaksa sidang kasus dugaan pemalsuan surat tanah garapan yang mendakwa Hendra dan Hengki sebagai mana yang dilaporkan Kades Kohod, Arsin ditunda sampai minggu depan, 21 Mei 2024.

Menurut Kuasa Hukum Terdakwa, Muara Harianja SH, MH tidak mempermasalahkan ketidakhadiran dua saksi tersebut, saat diminta wartawan untuk menanggapi soal tidak hadirnya dua saksi ahli hukum pidana di PN Kota Tangerang.

“Sementara saat ini kita terima keputusan majelis hakim untuk menunda persidangan ini sampai minggu depan. Tidak jadi masalah karena mungkin mereka sibuk jadi hari ini gak bisa hadir jadi saksi,” ungkap Muara, kuasa hukum dari Hengki dan Hendra.

Persidangan yang diketuai oleh Ketua Majelis Hakim, Nanik Handayani dengan perkara No. 594/Pod.B/2024/PN Tng atas nama Hengky dan No. Perkara atas nama Hendra
No. 592/Pod.B/2024/PN Tng.

“Hengki dan Hendra dikenakan satu pasal 266 KUHP tentang memberikan keterangan palsu kepada pejabat pembuat akte, sementara klien saya tidak pernah memberikan keterangan palsu kepada siapa pun seperti yang dituduhkan di pasal tersebut, ” beber Muara Harianja.

Padahal sebelumnya pihak Penyidik Polres Tangerang dan JPU menuduh kliennya dengan dua pasal yaitu pasal 263 KUHP tentang membuat surat palsu dan pasal 266 KUHP tentang memberikan keterangan palsu kepada pejabat pembuat akte.

Namun kata Muara, sekarang JPU , Eva Nababan, SH mengenakan pasal tuduhan ke kliennya hanya pasal 266 KUHP.

Dipersidangan Mantan Kepala Desa (Kades) Kohod, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Rohaman(52) juga hadir sebagai pihak yang dilaporkan juga oleh Arsin yang saat ini menjabat Kades Desa Kohod yang dulunya merupakan rival dari Rohaman pada pemilihan kepala desa Kohod sebelumnya. (Sf)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *