Putusan MK, SPP Ikut Kecewa PPP Tidak Masuk di Parlemen

Berita, Uncategorized437 Dilihat
banner 468x60

Pangandaran, 86News.co – Terkait Keputusan KPU Nomor 360 Tahun 2024 terkait penetapan hasil pemilu secara nasional, PPP tidak memenuhi ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) sebesar 4 persen, sehingga PPP tidak lolos menduduki DPR RI.

Dimana Isu politis di Mahkamah Konstitusi (MK) pasca memutus perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Legislatif 2024 yang diajukan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dimana kelolosan PPP ke parlemen terjadi melalui sengketa hasil pileg di MK.

banner 336x280

Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari menilai upaya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk lolos ke Senayan dengan mencapai ambang batas parlemen sebesar 4 persen lewat gugatan sengketa Pemilu 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK) tidak akan tercapai.

Hasyim mengatakan hal tersebut adalah dampak dari sejumlah gugatan sengketa PHPU yang diajukan PPP dinyatakan tidak diterima oleh MK.

“Sehingga konsekuensinya ikhtiar dari PPP melaui jalur MK untuk mencapai perolehan suara minimal batas untuk parliamentary threshold 4 persen rupa-rupanya tidak dapat tercapai,” kata Hasyim dalam konferensi pers di Gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (21/5), Seperti yang di Kutip media CNN Indonesia

Menurut Dewan Suro SPP Pangandaran Arif Budiman, Selasa ( 28/05/2024) Mengatakan kecewa dari hasil putusan di Mahkamah Konstitusi (MK), gagalnya PPP ke Senayan mengejutkan publik. Apalagi, PPP merupakan salah satu partai lama seperti Golkar dan PDIP.

“Pada Intinya Kami dari SPP sangat kecewa terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dengan tidak masuknya PPP di Parlemen,”singkatnya (Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *