Majelis Hakim PN Kota Tangerang Bakal Agendakan Sidang Lokasi di Lahan Sengeta 533 Hektar di Desa Kohod Pakuhaji Tangerang

Berita, Uncategorized176 Dilihat
banner 468x60

Tangerang, 86News.co – Persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Tangerang atas perkara dugaan pemalsuan surat tanah garapan seluas kurang lebih 533 hektar yang dilaporkan Kepala Desa(Kades) Kohod, Arsin Bin Asip terus bergulir hingga ada rencana majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Tangerang akan mengagendakan sidang ke lokasi tempat perkara di lahan tersebut.

Pada Persidangan yang diketuai oleh Ketua Majelis Hakim, Nanik Handayani,SH dan didampingi oleh 2 hakim anggota yaitu Beslin Sihombing, SH dan Wadji Pramono, SH,Selasa (28/05/2024), memutuskan sidang ditunda lantaran sudah menjelang malam dan padatnya agenda sidang di PN Kota Tangerang.

banner 336x280

Namun majelis hakim memutuskan jadwal untuk agenda sidang berikutnya yang akan digelar pada hari Kamis dan Jumat (30-31/05/2024).

Dua agenda sidang tersebut yakni untuk hari Kamis (30/05/2024), mengkonfrontir keterangan terdakwa Rohaman, mantan Kades Kohod dengan dua terdakwa lainnya yaitu Hengki dan Hendra.

Sementara untuk agenda Jumat (31/05/2024) direncanakan untuk sidang lokasi di tempat perkara yaitu di lahan 533 hektar di Desa Kohod.

Kuasa hukum terdakwa Hengki dan Hendra, Muara Harianja, SH, MH mengatakan untuk dua agenda berikutnya, Ia berharap akan berjalan lancar dan mendapatkan titik terang kebenaran dan keadilan dari kasus ini.

” Kami akan mempersiapkan semua agar persidangan selanjutnya akan berjalan lancar dan kasus ini segera selesai. Dan mengungkap fakta kebenaran serta keadilan yang selama ini menyandera dua klien saya Hengki dan Hendra, ” ucapnya.

Perkara No. 594/Pod.B/2024/PN Tng berawal dari laporan dari Kades Kohod Arsin bin Asip yang menuduh tiga terdakwa yaitu Hengki, Hendra dan Rohaman dengan tuduhan melakukan dugaan perbuatan pemalsuan surat tanah garapan seluas 533 hektar.

Dua terdakwa Hengki (58) dikenakan pasal 266 KUHP dan Hendra (64) pasal 592 KUHP atas perbuatan memalsukan sertifikat tanah garapan atas tanah timbul yang muncul akibat air laut yang surut. (WAN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *