Berebut Antrian Saat Pendaftaran PPDB, Emak Emak Rela Antri Demi Anak

Berita, Uncategorized122 Dilihat
banner 468x60

PANGANDARAN, 86News.co – Hari kedua Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Pangandaran, sejumlah orang tua bersama putra atau putrinya berdatangan ke sekolah untuk melakukan pendaftaran hingga berebut nomor antrian.

Seperti terlihat di SMA Negeri 1 Pangandaran, Pada hari Selasa (4/6/2024) dari mulai pagi puluhan ibu-ibu berbondong-bondong mendampingi putra atau putrinya sambil menunggu antrian sembari mengecek berkas persyaratan persyaratan yang di pelukan guna mendaftar.

banner 336x280

Terlihat, sejumlah orang tua calon siswa berebut nomor antrian hingga berdesak desakan, hingga petugas pun kewalahan.

Diketahui, di bukanya pendaftaran peserta calon siswa sudah berlangsung dari hari senin 03 Juni 2024 kemarin, namun dari hari pertama terkendala gangguan server hingga saat sekarang hari ke dua.

Siswa – siswi pun mendaftar dengan secara offline dengan di proses oleh panitia PPDB, semua persyaratan termasuk zonasi, namun bagi pendaftar lainnya menunggu giliran antrian sesuai no urut.

Namun bagi sejumlah orang tua sedikit mengalami kesulitan dengan persyaratan – persyaratan yang di perlukan guna mendaftar PPDB.

“Untuk prosesnya lumayan ribet juga karena tidak adanya guru pembimbing dari sekolah sebelumnya,” ucap Ade Kurniasih salah satu orang tua siswa.

“Awalnya sempat bingung juga dalam hal persiapan persyaratannya yang di selalu kurang lengkap, karena ke tidak mengertian saya,” ujarnya.

Menurutnya, memang ada arahan dari sekolah asal namun hanya di suruh membawa KTP, KK dan Akta kelahiran saja tidak dengan yang lainnya, makanya harus bulak balik untuk melengkapinya.

Lanjut Ade, setelah di sekolah di pending karena pendaftar yang hari pertama belum terselesaikan karena adanya gangguan server, hingga harus menunggu sampai selesai, namun tapi tidak menjadi hambatan demi anak rela menunggu.

Selain itu salah satu calon siswi yang mendaftar, Alsarimi (14) mengaku, memilih melanjutkan sekolah ke SMA Negeri 1 Pangandaran karena ada bidang yang diinginkannya.

“Yang nantinya, saya insyaallah akan melanjutkan pendidikan ke universitas Padjadjaran di Parigi. Jadi, ke SMA ini saya mau ambil jurusan IPS,” ungkap Alsarimi.

Di tempat yang sama Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di SMA Negeri 1 Pangandaran, Awan Gunawan menyampaikan, PPDB ini diawali sejak hari Senin (4/6/2024) kemarin dan sudah dua hari berjalan.

“Pada hari kedua memang ada kendala server di Provinsi yang tidak jalan hingga sampai hari ini, sehingga sampai hari ini di lakukan dengan offline,” ucapnya saat di Wawancara di lokasi PPDB, Selasa (4/6/2024).

Menurutnya, Secara offline pihaknya menampung semua calon siswa yang datang untuk ditampung dokumen persyaratannya.

“Karena saat ini dengan secara offline nanti mungkin kerja dua kali bagi panitia (PPDB) untuk memasukkan data-data (secara online),”ujarnya.

Daya tampung di SMA Negeri 1 Pangandaran, adalah sebanyak 12 rombongan belajar (Rombel) atau sebanyak 432 siswa semuanya.

“Ada yang tahap 1 yaitu jalur zonasi 50 persen dan afirmasi KETM sebanyak 15 persen. Jadi, di tahap 1 ini zonasi sebanyak 216 siswa dan KETM 64 siswa,” kata Awan.

Namun, untuk PPDB tahap dua itu tinggal jalur prestasi yang dimulai pada 24 Juni 2024 mendatang, berarti tinggal sisanya,” ya mulai dari prestasi raport, prestasi olahraga, seni dan lain-lain,” ungkapnya.

Sementara, untuk kuota, ada anak perpindahan orang tua dan anak guru.

Kemudian, ada tambahan lagi yang namanya KETM ekstrem atau calon siswa yang kategori kemiskinan ekstrem.

“Itu dari KCD ada untuk 7 orang. Hanya, satu orang menolak dan mau ke SMK. Akhirnya, kita menerima 6 orang yang KETM ekstrem. Itu pasti prioritas sekali diterima di SMA Negeri 1 Pangandaran,” pungkasnya.

(Eris)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *