Polres Garut Ungkap 21 Kasus Tindak Pidana, 36 Pelaku Diamankan

Berita, Hukrim102 Dilihat
banner 468x60

GARUT, 86News.co – Kepolisian Resort (Polres) Garut berhasil mengungkap 21 kasus tindak pidana terkait narkotika dalam rentang waktu tertentu, dengan total 36 pelaku berhasil diamankan.

Kepala Kepolisian Resort Garut, AKBP Rohman Yonky Dilatha, S.I.K., M.Si., didampingi oleh Kasat Narkoba Polres Garut AKP Juntar Hutasoit dan Kasi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi P, S.H, mengungkapkan bahwa operasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penegakan hukum terhadap peredaran narkotika di Kabupaten Garut. “Dalam operasi tersebut, kami berhasil mengungkap 21 kasus tindak pidana terkait narkoba. Sebanyak 36 pelaku telah berhasil diamankan,” ungkapnya.

banner 336x280

Yonky menjelaskan bahwa para pelaku yang diamankan berasal dari berbagai latar belakang profesi dan usia. Dalam operasi ini, polisi berhasil menangkap 35 orang laki-laki dan 1 orang perempuan yang diduga terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkotika di Garut.

Dari hasil pengungkapan tersebut, jenis narkotika yang paling dominan adalah sabu-sabu, dengan 7 kasus yang melibatkan total 17 tersangka. Selain itu, terdapat kasus-kasus lain yang melibatkan tembakau sintetis, psikotropika, dan obat keras terbatas (OKT) dengan jumlah tersangka yang berbeda-beda.

Polres Garut juga berhasil menyita sejumlah barang bukti, antara lain 25,1 gram sabu-sabu, 87,45 gram tembakau sintetis, 6,80 gram bibit tembakau sintetis, 963 butir psikotropika, dan 2.950 butir obat keras terbatas.

Dalam penanganan kasus-kasus ini, Polres Garut menerapkan pasal-pasal yang sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku. Untuk kasus narkotika jenis sabu-sabu, pelaku dijerat dengan pasal 111 ayat (1) dan (2), pasal 112 ayat (1) dan (2), jo pasal 114 ayat (1) dan (2), jo pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal pidana penjara seumur hidup atau pidana mati.

Untuk kasus psikotropika, pelaku dihadapkan pada pasal 62 dan/atau pasal 60 ayat (5) UU RI No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun atau denda maksimal Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah). Sedangkan untuk kasus obat-obatan, pelaku dijerat dengan pasal 435 dan 436 UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun atau denda hingga Rp. 5.000.000.000,- (lima miliar rupiah).

Dengan berhasilnya operasi ini, diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pelaku dan mencegah peredaran narkotika di Kabupaten Garut. Para pelaku saat ini telah ditahan dan sedang menjalani proses penyidikan lebih lanjut di Polres Garut.

Kepolisian Resort Garut mengimbau kepada masyarakat untuk terus aktif memberikan informasi dan kerjasama dalam upaya pencegahan dan penindakan terhadap peredaran narkotika dan zat adiktif lainnya demi terciptanya lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika. (Budi Jaya)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *