Arogansi Mantan Gubernur Riau Viral di Tiktok, Ini Kata Ketum SPI

Berita, Uncategorized889 Dilihat
banner 468x60

PEKANBARU/RIAU, 86News.co – Sadis luar biasa, terciduk asli sikap mantan Gubernur Riau Drs. Syamsuar, M.Si, yang lagi viral di akun tiktok dengan sikap dan mimik wajah yang terlihat angkuh, sombong dan arogan terhadap wartawan yang sedang bertugas.
Ketua Umum Solodaritas Pers Indonesia (SPI) Suriani Siboro yang dikenal santun dan elegan, angkat bicara.

Begitu jelas terlihat
dalam akun tiktok yang lagi viral, Itu sangat di sayangkan, disitu kita lihat Syamsuar tidak menunjukkan etika seorang pemimpin (Mantan Gubernur Riau). Ia terlihat alergi dengan wartawan, terbukti dari cara bicara yang angkuh, arogan dan terkesan melecehkan profesi wartawan, dengan bahasa atau mimik bibir yang memanjang kedepan dan tangan nya yang menghardik awak media dari atas mobilnya.

banner 336x280

Seorang mantan Gubernur yang mau maju kembali jadi Calon Gubernur Riau ( Cagubri ) dengan jelas Suriani Siboro ” Apakah benar Syamsuar katanya akan maju pilkada Gubernur Riau, bersikap sombong, arogan seperti itu?, Astaga…mau jadi apa Riau yang kita cintai ini !!!!.” Tegas Suriani Siboro

Belum lagi terbitnya Pergub beberapa Tahun lalu, yang di keluarkan Syamsuar, tentang peliputan informasi di lingkungan pemprov Riau itu sangat melukai hati ribuan insan pers di Provinsi Riau, bahwa dari sikap Syamsuar tersebut wartawan menilai kalau Syamsuar sesungguhnya tidak betul-betul paham kinerja Pers dan posisi Pers dalam Negara Indonesia yang demokrasi dan menganut prinsip open Government, dimana keterlibatan publik bukan lagi hanya sekedar life servis tetapi nyata dan sangat berpengaruh pada proses penyelengaraan roda pemerintahan di Negara kita ini.

“Sudah banyak yang menyakiti hati wartawan dari adanya Pergub Riau kemarin itu, hingga buat kisruh wartawan dalam peliputan di Pemprov, dari situ kami dapat menyimpulkan, bahwa Syamsuar, sekalipun sudah pengalaman sebagai Pempin Daerah di Riau, tetapi ia tidak serta merta mengerti substansi Pers dan dasar hukum Pers itu sendiri. Bahkan kami selama ini menilai Syamsuar tidak bisa menghormati dan menghargai Pers dan wartawan. Mungkin bagi Syamsuar, wartawan itu hanya kurang kerjaan, atau orang-orang yang tidak berpendidikan, atau bahkan dia tidak pernah anggap, karena ia perlihatkan dari sikapnya dalam videonya yang viral ditiktok.” Sebutnya

Suriani Siboro yang merupakan aktivis yang dikenal tegas elegan dan ramah meraih Ilmu Hukum di Unilak, mengatakan dengan tegas “Syamsuar berpikir lagilah untuk mencalonkan diri sebagai gubernur Riau .” Lanjutnya

“Seorang Gubernur kalau tidak punya Dinamik Government, dan Open Government. Tidak usalah mencalon diri lagi, era sekarang Dunia termasuk Indonesia sudah masuk dalam Revolusi Industri, sebab seorang pemimpin tidak boleh lagi berfikir normatif seperti model Syamsuar, Harus penuh innovasi, kreatifitas, kemampuan membawa Riau menjadi daerah yang maju, dengan sikap yang dilakukan terhadap wartawan itu, sudah menujukkan siapa dirinya, terlihat saat beberapa wartawan sedang mengikuti Syamsuar menuju mobilnya, bertanya soal himbauan plan, namun bukan nya dijawab sebagaimana mestinya, justru kalimat yang tak pantas dan terdengar angkuh dan arogan hardik wartawan dengan menunjukkan mimik wajah seakan anti kepada wartawan dan menggerakkan tanganya seperti menghalau dengan berkata,
” Apo lagi imbauan, Apo lagi, Apo tuh, Aah, kalian yang tidak aja, awak tanya aja sama orang partai lah,
Apakah begini sifat atau cara bicara seorang pemimpin daerah ?
Apakah masih dipilih rakyat?.” Tutur Suriani

Dalam kesepatan dan waktu yang sama wartan meminta tanggapan kepada Suriani Siboro sebagai Ketua Umum SPI tekait perilaku Syamsuar kepada wartan yang viral di tiktok,

” Dengan jelas itu sudah sifat yang sangat memalukan, sudah pernah jadi bupati kabupaten Siak , dan bahkan sudah pernah jadi gubernur Riau, kok sifat seperti orang yang tidak tau aturan bisa dibilang kurang beretika, ya namaya wartawan pasti nanyak, kalau ditanyak ya dijawab, kalau tak mampu menjawab ya kasi dong bahasa yang santun. Karena pekerjaan wartawan adalah mencari informasi fakta dari narasumber, sangatlah disayangkan seorang Syamsuar terkesan arogan dan sombong, atau…… ada yang di takutkan ? atau ada yang dikuwatirkan dari pertanyaa wartawan itu ? Ada yang ditutupi ?, atau perlulah belajar santun budaya ketimuran kita.” Ucap Suriani dengan tegas.

Sebelum menutup konferensi pers, Kepala bidang pemerintahan DPP SPI juga berpesan kepada wartawan ” Jangan pernah takut mencari fakta tetap kita semangat melaksankan tugas profesi kita.” Ucapnya menutup.

(Rilis Resmi DPP SPI)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *