JAKARTA -86News co.- Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo membenarkan bahwa pelaku ledakan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, adalah salah seorang siswa dari sekolah tersebut. Hal ini disampaikan Kapolri saat meninjau langsung korban ledakan yang tengah dirawat di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Sabtu 08/11/2025
“Ya, benar. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kami dapat memastikan bahwa pelaku ledakan adalah siswa SMAN 72 Kelapa Gading,” ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada awak media.
Kapolri menjelaskan bahwa identitas pelaku telah diketahui, namun pihak kepolisian masih mendalami motif dan latar belakang yang menyebabkan siswa tersebut melakukan tindakan berbahaya tersebut. “Kami masih terus melakukan pendalaman, termasuk memeriksa saksi-saksi, guru, dan teman-teman pelaku untuk mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebabnya,” tambahnya.
Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading terjadi pada [Waktu Kejadian] dan menyebabkan sejumlah siswa dan guru mengalami luka-luka. Para korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Kapolri memastikan bahwa seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang terbaik.
“Saya sudah melihat langsung kondisi para korban di RS Islam Cempaka Putih. Alhamdulillah, mereka dalam penanganan yang baik. Kami akan terus memantau perkembangan kondisi mereka dan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban,” kata Kapolri.
Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang tidak benar atau provokatif. Ia meminta masyarakat untuk mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian.
“Kami akan bekerja secara profesional dan transparan untuk mengungkap kasus ini secara tuntas. Kami juga mengimbau kepada seluruh pihak, terutama media, untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan dapat menimbulkan keresahan di masyarakat,” tegas Kapolri.
Kapolri menambahkan bahwa pihaknya akan meningkatkan pengawasan dan keamanan di lingkungan sekolah untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua, guru, dan tokoh masyarakat, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif bagi para siswa.
“Keamanan dan keselamatan siswa adalah prioritas utama kami. Kami akan terus berupaya meningkatkan koordinasi dengan pihak sekolah dan instansi terkait untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa,” pungkas Kapolri.
Pihak kepolisian hingga saat ini masih terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap secara detail kronologi kejadian dan motif pelaku. Informasi lebih lanjut akan disampaikan kepada publik setelah proses penyelidikan selesai.
Editor ; Wawan











