Jaga Batas Bencana, Kades Sutrisno dan Warga Sidamukti Gelar Ronda Kritis di Tanggul Yang Hanya Ditutup Terpal

Berita, Uncategorized251 Dilihat
banner 468x60

Cilacap, 86News.co – Di tengah ancaman “bencana total” yang mengintai empat desa di Patimuan, warga Desa Sidamukti kini mengambil alih peran pengamanan.

Dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sutrisno, puluhan warga mengaktifkan tradisi ronda keliling atau jaga-jaga malam di sepanjang tanggul kritis Dusun Cikadim.

banner 336x280

Aksi ini adalah respons mandiri warga terhadap ketidakmampuan tanggul yang terkikis hingga 50% dan hanya “ditambal sulam” menggunakan terpal oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy.

Benteng Terakhir Rakyat di Bawah Rembulan
Setiap malam, rombongan ronda menyusuri titik-titik terlemah tanggul, bersenjatakan senter dan tongkat kayu.

Mereka bukan mencari maling, melainkan berburu tanda-tanda bencana: retakan baru, rembesan air yang membesar, atau pergerakan tanah yang mengarah pada keruntuhan.

Kepala Desa Sutrisno, yang selalu berada di barisan terdepan, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk siaga bencana 24 jam yang lahir dari rasa cemas yang memuncak.

“Kami menyebutnya ‘Ronda Kritis’. Kami tidak bisa tidur nyenyak. Jika tanggul ini jebol, bencana air bah akan menimpa kami semua. Dampak terburuknya, kerugian besar akan terjadi pada empat desa, mulai dari korban materiil, ternak, hingga lenyapnya lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan warga,” ujar Kades Sutrisno, dengan wajah tegang di bawah sorot lampu senter. Selasa (11/11/2025)

Ironi Penanganan: Terpal vs. Ancaman Nyata
Kekhawatiran warga diperparah oleh penanganan darurat yang dinilai tidak memadai.

Tanggul yang menjadi penahan utama luapan sungai kini hanya dilindungi selembar terpal—sebuah upaya pencegahan yang disebut Kades Sutrisno sebagai “hanya menunda bencana yang lebih besar.

“Penanganan dari BBWS Citanduy hanya bersifat sementara, hanya ditutup tenda atau terpal. Ini tidak menyelesaikan masalah struktural. Kami merasa ironi, ancaman sebesar ini hanya direspon dengan ‘tambal sulam’,” keluhnya.

Kritik Keras untuk Pemkab Cilacap: “Hanya Mencatat, Lalu Lupa”

Di tengah kegigihan warga yang berjaga di tanggul, Kades Sutrisno kembali melayangkan kritik keras terhadap Pemerintah Kabupaten Cilacap.

Menurutnya, lambatnya tindak lanjut dari pemerintah daerah setelah peninjauan di lokasi menunjukkan kurangnya keseriusan.

“Perwakilan dari BPBD, Dinas PSDA, dan Komisi C DPRD Kabupaten Cilacap sudah hadir, sudah melihat langsung. Tapi hasilnya? Nol. Seolah-olah mereka hanya datang, mencatat, lalu lupa,” tegasnya, dengan nada kecewa yang mendalam.

Kegiatan Ronda Kritis di Sidamukti kini menjadi sorotan, bukan hanya sebagai upaya mitigasi bencana, tetapi juga sebagai cermin perjuangan masyarakat yang berjuang sendirian menjaga desanya dari ancaman alam, di tengah minimnya langkah nyata dari pihak-pihak berwenang yang telah diberi peringatan. (Tugiman)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *