Basah Demi Rakyat: Saat Sungai Lebih Kuat dari Protokol

Berita, Opini1317 Dilihat
banner 468x60

86NEWS.CO – Siang itu, Sungai di Pameu, Kecamatan Rusip Antara, tampak bergelora. Arus deras, air keruh, dan rakit darurat yang sederhana menjadi saksi sebuah “adegan tak terduga” dalam kunjungan kerja Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah alias Dek Fadh.

Rakit pun melaju perlahan. Rombongan tampak serius—seperti hendak menaklukkan misi kenegaraan. Namun alam punya selera humor sendiri. Baru beberapa meter menyeberang, rakit bergoyang manja, oleng kiri, oleng kanan… dan byur! Terjungkir balik tanpa aba-aba. Wagub Aceh pun resmi “diangkat” menjadi tamu kehormatan sungai.

banner 336x280

Air deras menyambut dengan hangat—versi sungai. Sementara ajudan panik, warga spontan tertawa tegang, dan kamera imajiner seolah merekam momen epik itu. Di saat itulah sejarah kecil tercipta: Wakil Gubernur Aceh menyeberang bukan hanya secara administratif, tapi juga secara akuatik.

Netizen pun bersiap membandingkan. Di satu sisi: Laksamana Malahayati, perempuan perkasa yang menggetarkan armada laut dunia. Di sisi lain: Dek Fadh, pejabat tangguh yang diuji langsung oleh rakit darurat dan arus sungai. Bedanya, Malahayati menaklukkan laut dengan armada, Dek Fadh ditaklukkan sungai dengan rakit seadanya.

Namun begitulah pemimpin lapangan. Tak semua ujian datang dalam bentuk rapat dan pidato. Ada kalanya kepemimpinan diuji oleh keseimbangan di atas rakit, dan keberanian untuk basah kuyup demi memastikan rakyat tak sendirian menghadapi derasnya keadaan.

Pesan moralnya jelas:
Kalau Laksamana Malahayati berjaya di lautan, maka Dek Fadh telah resmi dilantik oleh sungai. Bukan sekadar kunjungan kerja—ini kunjungan kerja plus terapi arus deras.

Anekdot

(Ismed)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *