CILACAP, 86News.co – Sebagai langkah konkret mitigasi bencana dan perlindungan sumber daya alam, Perhutani KPH Banyumas Barat bersinergi dengan Polsek Patimuan serta jajaran Muspika Kecamatan Patimuan menggelar aksi penghijauan serentak.
Aksi ini difokuskan pada penguatan kaki Tanggul Kritis Blok Penyeretan, Desa Sidamukti, Kabupaten Cilacap.
Komitmen Kemanusiaan di Tengah Libur Nasional
Meski dalam suasana cuti nasional, Administratur KKPH Banyumas Barat, Bapak Eka Cahyadi, S.Hut, memberikan perhatian penuh terhadap penanggulangan bencana di wilayahnya.
Beliau memberikan mandat khusus kepada Wakil Administratur KSKPH Banyumas Barat untuk memimpin jalannya reboisasi bersama jajaran Forkopimcam Patimuan, BPBD, Tagana, serta elemen masyarakat dan tokoh pemuda Dusun Penyeretan.
Benteng Keselamatan bagi Empat Desa
Lokasi penanaman di Blok Penyeretan dipilih karena nilai strategisnya. Tanggul ini merupakan infrastruktur vital yang menyangga keselamatan warga di empat desa sekaligus, yakni:
Desa Sidamukti
Desa Rawa Apu
Desa Patimuan
Desa Cimrutu
Penghijauan di kaki tanggul bertujuan untuk memperkuat struktur tanah guna mencegah erosi dan rembesan air yang berpotensi memicu jebolnya tanggul saat debit air meningkat.
Pesan Kelestarian
Melalui Wakil Administratur KSKPH, Eka Cahyadi menyampaikan pesan mendalam mengenai urgensi menjaga ekosistem:
“Menyelamatkan bumi dari ancaman bencana adalah tugas kemanusiaan yang tidak dapat ditukar dengan nilai apa pun. Ini adalah bentuk pengabdian luhur kita kepada alam,”ujarnya
Kami berharap, penghijauan di kaki tanggul Penyeretan ini mampu menjadi pelindung bagi ratusan ribu nyawa di wilayah Kecamatan Patimuan.
Beliau juga menambahkan bahwa setiap bibit yang ditanam diharapkan menjadi ladang ibadah dan membawa manfaat berkelanjutan bagi seluruh umat manusia.
Sinergi Lintas Sektor
Kegiatan ini menunjukkan soliditas antara pemangku kebijakan, aparat keamanan, instansi penanggulangan bencana, dan masyarakat akar rumput.
Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga kawasan hutan dan daerah aliran sungai (DAS) semakin meningkat demi tercapainya lingkungan yang aman dan lestari. (Tugiman)











