CILACAP, 86News.co – Sebagai langkah nyata dalam upaya penanggulangan bencana alam dan pelestarian lingkungan, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat menggandeng Gerakan Pramuka melaksanakan aksi penanaman pohon bersama di wilayah Desa Rawaapu, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap.
Kegiatan ini difokuskan pada area rawan bencana di bawah naungan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Rawaapu, BKPH Rawa Barat.
Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem lokal sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan wilayah dalam menghadapi ancaman banjir dan abrasi yang kerap mengintai kawasan tersebut.
Upaya Mitigasi Berbasis Alam, Administratur/KKPH Banyumas Barat menyampaikan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Perhutani.
“Kami memilih Desa Rawaapu karena letak geografisnya yang strategis namun rentan terhadap perubahan iklim. Dengan menanam pohon, kita sedang membangun benteng alami untuk melindungi masyarakat dari potensi luapan air dan angin kencang,” ujarnya.
Peran Aktif Generasi Muda
Keterlibatan anggota Pramuka, khususnya Saka Wanabakti, menjadi sorotan utama dalam kegiatan ini.
Selain membantu proses penanaman bibit, para anggota Pramuka diharapkan menjadi duta lingkungan yang mampu mengedukasi warga sekitar mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan.
Ketua Kwartir Ranting Pramuka Patimuan menambahkan bahwa kegiatan ini adalah implementasi nyata dari Dasa Darma Pramuka.
“Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia kami wujudkan dengan aksi nyata di lapangan. Kami ingin memastikan bahwa apa yang kami tanam hari ini bisa dinikmati manfaatnya oleh generasi mendatang di Patimuan,”jelasnya
Dampak Bagi Masyarakat, Kepala Desa Rawaapu menyambut baik inisiatif ini.
Menurutnya, penghijauan di area sabuk hijau (green belt) sangat krusial bagi warga Rawaapu yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan nelayan.
Akar pohon yang kuat akan membantu menjaga struktur tanah dan mencegah erosi yang dapat merusak infrastruktur desa.
Jenis bibit yang ditanam meliputi tanaman berkayu dan tanaman konservasi yang dipilih berdasarkan kecocokan lahan di wilayah Rawaapu yang cenderung basah.
Perhutani juga berkomitmen untuk terus memantau pertumbuhan bibit tersebut bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) setempat agar tingkat keberhasilan tumbuh tetap tinggi. (Tugiman)











