SUMEDANG -86News co.– Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir melakukan kunjungan kerja mendalam ke Tempat Pemrosesan Sampah Akhir (TPAS) Cibeureum, sebagai bagian dari pemantauan langsung terhadap proses transisi sistem pengelolaan sampah dari open dumping menuju controlled landfill.Ciberem kab.Sumedang Kamis 08/01/2026
Langkah transformasi ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam mengatasi permasalahan sampah dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Dony menyaksikan langsung tahapan kerja baru yang diterapkan di TPAS Cibeureum. Berbeda dengan sistem open dumping yang selama ini berpotensi menimbulkan berbagai masalah lingkungan, sistem controlled landfill yang kini dijalankan menerapkan standar pengelolaan yang lebih ketat dan ramah lingkungan.
“Kami menyadari bahwa pengelolaan sampah adalah tantangan besar yang harus dihadapi secara komprehensif. Transisi ke sistem controlled landfill di TPAS Cibeureum bukan hanya tentang perubahan teknis, tetapi juga tentang komitmen kami untuk memberikan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat Sumedang saat ini dan masa depan,” ujar Bupati Dony saat memberikan arahan kepada jajarannya di lokasi TPAS.
Sistem controlled landfill yang diterapkan di TPAS Cibeureum meliputi serangkaian tahapan pengelolaan yang terstruktur. Setelah sampah masuk ke lokasi, tahap pertama yang dilakukan adalah meratakan permukaan tanah agar dapat menampung sampah dengan rata dan aman.
Selanjutnya, sampah dipadatkan untuk mengoptimalkan kapasitas penyimpanan dan mengurangi volume ruang yang ditempati. Setelah dipadatkan, sampah kemudian ditutupi dengan bahan geomembran yang berfungsi sebagai penghalang kedap air, mencegah terjadinya pencemaran air tanah akibat larutan limbah yang dihasilkan dari sampah.
Tahap terakhir adalah penutupan dengan lapisan tanah yang sesuai standar, yang bertujuan untuk mencegah emisi gas berbahaya, menghindari penyebaran bau tidak sedap, serta mencegah hewan pengganggu datang ke area TPAS.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumedang, yang turut menyertai kunjungan, menjelaskan bahwa penerapan sistem baru ini telah menunjukkan perkembangan positif sejak awal implementasi.“Kami telah melakukan berbagai persiapan teknis dan pelatihan bagi petugas yang menangani operasional TPAS.
Dengan sistem controlled landfill, kami berharap dapat mengurangi emisi gas metana yang merupakan salah satu penyumbang gas rumah kaca, serta mencegah pencemaran sumber air tanah yang menjadi bagian penting dari ekosistem lokal,” jelasnya.
Selain memastikan kelancaran operasional TPAS, Bupati Dony juga menekankan bahwa pengelolaan sampah yang efektif tidak dapat hanya bergantung pada proses akhir di TPAS. Menurutnya, upaya pengelolaan sampah harus dimulai dari tingkat rumah tangga, melalui gerakan pemilahan sampah dan pendaur ulangan.
“TPAS seharusnya menjadi tempat terakhir bagi sampah yang tidak dapat lagi dimanfaatkan atau didaur ulang. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat Sumedang untuk aktif berpartisipasi dalam gerakan pengelolaan sampah dari sumbernya. Mulai dari memilah sampah menjadi jenis organik dan anorganik di rumah, mendaur ulang bahan-bahan yang masih memiliki nilai guna, serta meminimalkan penggunaan barang yang sulit terurai alamiah,” tegas Bupati Dony.
Untuk mendukung gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Sumedang juga akan melaksanakan berbagai program pendukung, antara lain penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah, pendirian titik kumpul sampah yang terpadu di setiap kelurahan dan desa, serta kerja sama dengan pihak swasta dan komunitas untuk mengembangkan program daur ulang yang berkelanjutan. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan pemantauan berkala terhadap keberlanjutan program ini dan mengevaluasi efektivitasnya secara berkala.
“Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan semua pihak terkait, permasalahan sampah di Sumedang dapat diatasi dengan baik. Transisi ke sistem controlled landfill di TPAS Cibeureum adalah langkah awal yang penting, namun keberhasilannya akan sangat tergantung pada kontribusi aktif dari setiap warga masyarakat dalam mengelola sampah dari rumah masing-masing,” pungkas Bupati Dony sebelum mengakhiri kunjungan kerja tersebut.
Penulis : Wawan
https://tiktok.com/@wawansangkuriang34
https://tiktok.com/@wawan.gunawan4150











