PANDEGLANG, 86NEWS.CO- Hujan deras yang terjadi selama beberapa hari terakhir, kembali memicu banjir bandang di sejumlah wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten.
Bencana yang berulang hampir setiap tahun ini dinilai, bukan hanya faktor alam, melainkan kegagalan Pemerintah Kabupaten Pandeglang dalam melakukan mitigasi bencana.
Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jabotabeka-Banten, Entis Sumantri mengatakan, banjir bandang di Pandeglang merupakan dampak langsung dari lemahnya perencanaan dan kebijakan mitigasi bencana pemerintah daerah.
“Pandeglang sudah menjadi langganan banjir. Ini bukan takdir, tetapi akibat gagalnya Pemkab Pandeglang dalam melakukan perencanaan mitigasi bencana,” kata Entis saat ditemui wartawan, Selasa (13/01), di Kecamatan Pagelaran, Pandeglang.
Ia mengatakan, setiap musim hujan masyarakat di berbagai kecamatan selalu menghadapi persoalan yang sama, mulai dari rumah terendam banjir, rusaknya infrastruktur, lumpuhnya aktivitas ekonomi, hingga meningkatnya risiko penyakit, tanpa adanya perubahan kebijakan pencegahan yang berarti.
“Pemkab Pandeglang ini terlalu menyederhanakan masalah, contoh banjir bandang terjadi karena curah hujan tinggi, anak SD juga tahu soal itu mah. Mereka lupa, ada persoalan struktural pada banjir itu,” katanya.
Informasi, akibat curah hujan yang tinggi itu, di sejumlah kecamatan di kabupaten Pandeglang, telah terjadi banjir bandang, diantaranya kecamatan Pagelaran, Sobang, Cigeulis, Cikeusik, hingga kecamatan Sumur.
Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, selasa (13/01) siang tadi, mengunjungi lokasi banjir di kecamatan Pagelaran, bersama jajarannya, Ia hadir dan memberikan bantuan logistik dalam bentuk makanan siap saji untuk warga yang terkena dan terdampak banjir bandang. (Haji Merah)











