BANYUMAS, 86News.co – Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas komoditas hasil hutan bukan kayu.
Administratur/KKPH Banyumas Barat, Eka Cahyadi, S.Hut, secara instruktif memerintahkan jajaran lapangan untuk melakukan pengawalan ketat terhadap mutu getah pinus guna memastikan performa produksi tahun 2026 berjalan optimal.
Menanggapi instruksi tersebut, Asper BKPH Lumbir, Kuswoyo, bersama timnya segera melakukan monitoring intensif di lapangan.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan setiap tetes getah yang dihasilkan memenuhi standar mutu tinggi sebelum masuk ke proses pengolahan lebih lanjut.
Strategi Pengendalian Mutu
Dalam arahannya, Eka Cahyadi menekankan bahwa kualitas getah tidak boleh lepas dari pengawasan, meski hanya satu tahap.
Ia menggarisbawahi pentingnya pengendalian mata rantai produksi secara utuh:
Tingkat Penyadap: Memastikan teknik sadapan benar dan kebersihan getah terjaga sejak dari pohon.
Penerimaan di TPG: Seleksi ketat di Tempat Penimbunan Getah (TPG) untuk meminimalisir kontaminan.
Distribusi ke PGT: Pengawasan saat pengangkutan menuju Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT) agar kondisi getah tetap terjaga hingga pabrik.
Optimisme Target 2026
Eka Cahyadi menyatakan optimismenya bahwa kedisiplinan petugas adalah kunci utama kesuksesan tahun ini.
Produksi di lapangan jika benar-benar dikawal dari hulu sampai hilir, niscaya akan menghasilkan mutu yang baik pula.
“Hal ini membutuhkan kepedulian dan kerja keras petugas lapangan yang tanpa lelah demi mencapai target produksi tahun 2026 yang lebih baik,” tegas Eka Cahyadi.
Melalui pengawalan rutin dan kontrol harian yang ketat, KPH Banyumas Barat berharap dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil hutan dan menjaga kepercayaan mitra industri terhadap bahan baku yang dihasilkan dari wilayah Banyumas Barat. (Tugiman)











