Nias Utara, 86News.co – Warga Desa Toiwo, Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, masih belum bisa menikmati air bersih dari PDAM Lahewa. Padahal, pembangunan PDAM di desa tersebut telah selesai dengan anggaran Rp 20 miliar lebih dari kementerian pusat pada tahun 2024.
Kepala Unit PDAM Tritanadi wilayah Lahewa, Foarota Mendröfa, menjelaskan bahwa PDAM Lahewa telah menandatangani kerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Nias Utara pada Mei 2025. Setelah itu, mereka memulai operasional PDAM pada Oktober 2025. Hal Ketika MNCTV ano mewawancarai Kepala Unit lahewa di kantor nya, Senin (02/2/2026)
Foarota Mendröfa menjelaskan Pada saat itu, di lokasi PDAM Toiwo Kecamatan Lahewa, kami melakukan kegiatan percobaan dan air berjalan dengan baik sampai di Tempat wisata Sawakete.pada saat ada kegiatan Afulu Pro.Tidak ada kendala,” jelas Foarota.
Namun, pada November 2025, pipa PDAM Lahewa dipotong oleh orang tidak dikenal, sehingga menyebabkan PDAM tidak beroperasi. Foarota telah melaporkan kejadian tersebut ke kantor di Medan melalui Pimpinan cabang kepulauan Nias.
“Kemudian, ada seseorang yang menghubungi saya, atas nama Baseo Zalukhu, yang mengaku sebagai Kepala Dusun di wilayah PDAM Toiwo dan pemilik lahan. Dia menyampaikan agar kami tidak masuk kerja di lahan tersebut,” tambah Foarota.
Foarota berharap agar masyarakat dapat membantu menjaga fasilitas PDAM Lahewa dan sekitarnya agar tidak terjadi lagi pemotongan pipa yang menyebabkan PDAM tidak beroperasi. Warga Desa Toiwo masih menunggu solusi dari pemerintah untuk bisa menikmati air bersih dari PDAM Lahewa. (Fzal)











