Sumedang, Jawa Barat -86News co. – Suara takbir yang meriah dan menggelegar menggema di seluruh pelosok Kota Sumedang seiring dengan dimulainya fenomena gerhana bulan pada malam hari ini. Momen alam langka yang telah dinantikan oleh banyak kalangan ini disambut dengan penuh kekaguman dan kebahagiaan oleh masyarakat dari berbagai lapisan usia. Sumedang Selasa 03/03/2026
Sebelum fenomena dimulai sekitar pukul 1815 WIB, banyak warga Sumedang telah mulai berkumpul di berbagai lokasi strategis untuk menyaksikannya secara langsung. Di halaman Masjid Agung Sumedang, ratusan umat berbondong-bondong datang membawa sajadah, kacamata pengamatan khusus, serta alat perekam untuk mengabadikan momen istimewa ini. Tak hanya di pusat kota, kawasan seperti Kecamatan Sumedang Utara, Cimanggung, dan Pamulihan juga menjadi titik kumpul masyarakat yang ingin menyaksikan peristiwa alam yang satu ini.
“Kami sudah menanti-nanti gerhana bulan ini semenjak beberapa minggu yang lalu setelah mengetahui jadwalnya dari informasi resmi melalui media massa dan pengumuman di masjid. Rasanya sangat berbeda ketika bisa menyaksikannya bersama keluarga besar dan tetangga sekitar, sambil mengucapkan takbir dan berdoa,” ujar Bambang Santoso (38), salah satu warga yang berada di halaman Masjid Al-Ikhlas Cimanggung.
Bulan yang awalnya bersinar terang di langit malam Sumedang yang cukup cerah mulai menunjukkan tanda-tanda terhalang oleh bayangan Bumi sekitar pukul 18.30 WIB. Seiring berjalannya waktu, bentuk bulan perlahan berubah hingga akhirnya memasuki fase puncak sekitar pukul 19.40 WIB, menampilkan warna kemerahan yang khas dari gerhana bulan. Pemandangan yang memukau ini tidak hanya menjadi daya tarik bagi masyarakat awam, tetapi juga bagi para pelajar dan pengamat astronomi lokal yang ingin mempelajari lebih dalam tentang fenomena alam ini.
Di beberapa sekolah dan lembaga pendidikan di Kota Sumedang, seperti SMA Negeri 1 Sumedang dan Akademi Ilmu Kesehatan Sumedang, juga diadakan kegiatan pengamatan bersama yang dipandu oleh guru dan praktisi ilmu pengetahuan alam. Para peserta diberikan penjelasan mengenai proses terjadinya gerhana bulan, perbedaannya dengan gerhana matahari, serta makna filosofis yang terkandung dalam peristiwa ini sesuai dengan ajaran agama dan ilmu pengetahuan.
“Selain sebagai peristiwa alam yang menarik untuk dipelajari secara ilmiah, gerhana bulan juga memiliki makna yang dalam bagi umat beragama. Ia mengingatkan kita akan kebesaran Sang Pencipta yang telah menciptakan alam semesta dengan sistem yang sangat teratur dan seimbang,” ujar Dra. Lina Kusumawati, guru IPA SMA Negeri 1 Sumedang yang juga turut mengikuti kegiatan pengamatan di Lapangan Kantor Walikota Sumedang.
Selama gerhana berlangsung, suara takbir dan doa terus berkumandang dari berbagai arah. Banyak masyarakat yang tidak hanya menyaksikan pemandangan indah tersebut, tetapi juga memanfaatkan momen ini untuk beribadah dan berdoa bersama keluarga serta tetangga. Di beberapa tempat, juga diadakan acara kecil seperti pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan ceramah singkat mengenai pentingnya merenungkan ciptaan Tuhan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Sumedang, Agus Priyatno, menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme masyarakat dalam menyambut gerhana bulan ini. “Kita melihat bagaimana masyarakat Sumedang bisa menyatukan minat akan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keagamaan yang kental. Hal ini menunjukkan bahwa kita bisa hidup berdampingan dalam keragaman dan menghargai setiap anugerah yang diberikan oleh Sang Pencipta,” ujarnya.
Fenomena gerhana bulan ini berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WIB sebelum akhirnya bulan mulai muncul kembali dari bayangan Bumi dan kembali bersinar terang di langit Sumedang. Banyak masyarakat yang menyampaikan harapan agar bisa menyaksikan fenomena serupa di masa mendatang, serta berharap acara serupa bisa terus diadakan untuk meningkatkan wawasan dan mempererat tali silaturahmi antarwarga masyarakat.
Penulis : Wawan
https://tiktok.com/@wawansangkuriang34
tiktok.com/@wawan.gunawan4150











