Marak Isu Kejahatan, Ketua FWJI Jakbar Ajak Sinergi Polisi dan Waspada Hoaks

Berita432 Dilihat
banner 468x60

Jakarta,86 News.co  – Deretan berita dan informasi terkait kasus aksi begal hingga isu tingginya angka kriminalitas di wilayah Jakarta Barat belakangan ini menjadi topik hangat yang mendominasi perbincangan warga maupun linimasa media sosial. Kabar yang beredar begitu cepat dan beragam ini tak hanya memancing rasa penasaran, tetapi juga memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.

Menyikapi fenomena tersebut, Ketua Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia Korwil Jakarta Barat, Wawan, turut angkat bicara. Ia menilai, situasi ini menjadi momen penting untuk mengingatkan kembali peran strategis insan pers sebagai jembatan informasi, sekaligus mengedukasi masyarakat agar bijak dalam menyikapi setiap kabar yang diterima.

banner 336x280

Dalam pernyataannya, Minggu (24/05/2026) Wawan secara khusus menghimbau kepada seluruh anggota FWJ Indonesia Korwil Jakarta Barat untuk mempererat tali sinergitas dan komunikasi dengan jajaran aparat kepolisian, mulai dari tingkat Kepolisian Resor (Polres) hingga Kepolisian Sektor (Polsek) di wilayah hukum setempat.

“Kerja sama ini bukan sekadar prosedur, melainkan kebutuhan mendasar. Ketika wartawan dan kepolisian saling bersinergi, informasi yang sampai ke tangan masyarakat adalah data yang akurat, berimbang, dan terukur. Hal ini sangat penting agar warga mendapatkan gambaran keamanan yang sebenarnya, bukan asumsi atau kabar burung yang belum jelas kebenarannya,” ungkap Wawan.

Bijak Menyikapi Informasi, Jangan Biarkan Hoaks Bikin Gaduh

Lebih jauh, Wawan mengingatkan bahwa kehadiran pers di tengah masyarakat memiliki fungsi utama sebagai kontrol sosial dan penyebar informasi yang benar. Oleh karena itu, ia juga mengajak seluruh warga Jakarta Barat untuk meningkatkan literasi informasi.

Ia menekankan, bahwa rasa aman atau tidaknya masyarakat sangat dipengaruhi oleh bagaimana kita menyaring apa yang kita baca dan dengar. Tidak semua berita yang viral di media sosial adalah fakta utuh; ada kalanya informasi tersebut diambil dari konteks yang salah, berita lama yang diunggah ulang, atau bahkan rekayasa semata.

“Kami mengedukasi masyarakat agar tidak mudah terprovokasi atau termakan berita hoaks. Berita yang tidak benar itu bahayanya bisa sama besarnya dengan tindak kriminal itu sendiri, karena ia menciptakan keresahan, ketakutan berlebih, dan kegaduhan yang tidak perlu. Jadilah pembaca yang kritis: cek sumber, cek tanggal, dan pastikan kebenarannya sebelum mempercayai atau menyebarkannya kembali,” tegasnya, Minggu (24/05).

Selain mengatur pola penyampaian berita, Wawan juga mengarahkan peran aktif seluruh anggota FWJI. Sejalan dengan instruksi Ketua Umum FWJ Indonesia, Mustofa Hadi Karya, yang telah mencanangkan program unggulan “Jaga Kampung”, Wawan meminta seluruh wartawan di Jakarta Barat untuk turut mengawal dan menyukseskan program tersebut.

Di tingkat wilayah, gerakan ini selaras dengan semangat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam program “Jaga Jakarta”. Melalui program ini, peran wartawan tidak hanya berhenti pada pemberitaan, tetapi juga turut berpartisipasi menjaga kondusivitas.

“Pemberitaan yang edukatif, menyeimbangkan fakta, dan mengajak masyarakat waspada tanpa menakut-nakuti, adalah bentuk nyata dukungan kami menjaga Jakarta Barat tetap aman, nyaman, dan damai. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama: Polisi menegakkan hukum, Pers menyebarkan informasi benar, dan Masyarakat menjaga lingkungan,” pungkas Wawan.

Tris

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *