Rokan Hulu, 86News.co – Wakil Bupati Rokan Hulu H. Syafaruddin Poti, S.H, M.M, melakukan sidak ke sejumlah PKS di Rohul, Selasa (02/06/2026). Langkah ini merespons keluhan petani soal harga TBS yang masih di bawah ketetapan Pemprov Riau.
Didampingi Kadisnakbun CH Agung Nugroho, Plt Kadis DLH Muzayyinul Arifin, dan Kabid Metrologi Disperindag Nasukha, Wabup menyambangi tiga PKS: PT Sumatera Karya Agro, PT Sawit Asahan Indah di Rambah Samo, dan PT Rohul Sawit Industri di Ujung Batu.
Hasil sidak membenarkan adanya ketimpangan harga, terutama untuk petani swadaya. Harga TBS petani plasma relatif stabil sesuai ketetapan. Namun untuk petani swadaya, harga masih di bawah standar meski berangsur naik. Di PT SKA, harga TBS Rp3.100 per kg. Di PT SAI lebih rendah, hanya Rp2.840 per kg.
“Kami turun untuk memastikan kondisi di lapangan. Memang masih ada harga beli TBS di bawah ketetapan pemerintah. Ini perhatian serius karena menyangkut hajat hidup petani sawit,” tegas Wabup Poti.
Sebagai solusi, Wabup menginstruksikan seluruh PKS, khususnya non-kebun, segera bermitra resmi dengan pekebun swadaya. Kemitraan wajib diwadahi Koptan, Gapoktan, atau KUD dan dituangkan dalam MoU yang mengikat. Salah satu poinnya: perusahaan wajib beli TBS sesuai harga Disbun Riau, merujuk Pergub Riau No. 77 Tahun 2020.
“Kalau bermitra dengan petani lewat Koptan, Gapoktan, atau KUD, harus ada MoU yang jelas. Harga beli TBS harus mengacu ketetapan pemerintah,” ujarnya.
Poti menegaskan kemitraan tidak sebatas jual-beli. PKS harus ikut membina petani mulai dari budidaya, perawatan kebun, hingga peningkatan produktivitas. “Kalau kualitas buah bagus, perusahaan bisa beli dengan harga lebih baik dan saling menguntungkan,” tambahnya.
Wabup juga memberi peringatan keras ke pengepul dan pemilik peron agar tidak menekan harga TBS petani swadaya. “Jangan ambil momentum untuk menekan harga. Kita ingin jaga stabilitas dan lindungi pendapatan petani,” pintanya.
Pemkab Rohul akan memanggil seluruh manajemen PKS se-Rohul dalam waktu dekat. Pertemuan itu membahas evaluasi harga TBS dan percepatan kemitraan dengan kelembagaan tani lokal.
Disnakbun Rohul menyatakan akan terus memantau harga TBS harian di seluruh PKS. Data itu dikirim berkala ke Disbun Riau hingga Ditjen Perkebunan Kementan sebagai bahan evaluasi pusat. (***/NR)











